2 Ruang Kelas SMPN 2 Plumbon Ambruk dan Banyak Korban Luka, Disdik Cirebon: Saya Siap Tanggung Jawab

Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, mengaku siap bertanggungjawab terkait ambruknya dua ruang kelas di Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN) 2 Plumbon

2 Ruang Kelas SMPN 2 Plumbon Ambruk dan Banyak Korban Luka, Disdik Cirebon: Saya Siap Tanggung Jawab
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Dua ruang kelas Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Plumbon di Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Selasa siang (1/10/2019) sekitar pukul 13.00 WIB, roboh. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, mengaku siap bertanggungjawab terkait ambruknya dua ruang kelas di Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN) 2 Plumbon, Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Asdullah Anwar, mengatakan,‎ kejadian nahas tersebut merupakan musibah yang terjadi pada saat kegiatan proses belajar mengajar (KBM).

Asdulah menambahkan, pihaknya pun berjanji akan bertanggungjawab, baik upaya perbaikan‎ bangunan dan pengobatan bari siswa serta guru yang tertimpa bangunan.

‎"Jangan salahkan siapa pun dan saya siap bertanggungjawab," kata Asdullah melalui sambungan telepon, Kamis (3/10/2019).

Asdullah mengatakan, Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, anggaran yang berasal dari APBD hanya sebesar Rp 535 juta perbaikan delapan ruang kelas, ditambah Rp 320 juta untuk perpustakaan.

Ia menambahkan, untuk SMPN 2 Plumbon, sebelumnya sudah diajukan permohonan perbaikan ke Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) sebelum kejadian nahas tersebut terjadi.

Tim Kemendikbud meninjau kondisi bangunan SMPN Plumbon 2 di Kabupaten Cirebon, Rabu (2/10/2019). Sehari sebelumnya, dua ruang kelas SMPN Plumbon 2 ambruk menimpa siswa yang tengah belajar.
Tim Kemendikbud meninjau kondisi bangunan SMPN Plumbon 2 di Kabupaten Cirebon, Rabu (2/10/2019). Sehari sebelumnya, dua ruang kelas SMPN Plumbon 2 ambruk menimpa siswa yang tengah belajar. (TribunCirebon.com/Hakim Baihaqi)

‎ "Pengajuan perbaikan di SMPN 2 Plumbon sebenarnya telah dilayangkan sejak 2017, namun tidak terealisasi. Kemudian di 2018 dan 2019 juga kami ajukan melalui Dapodik dan kembali belum direspon," katanya.

Informasi yang berhasil dihimpun Tribun Jabar, dua ruang kelas yang mengalami kerusakan berada dibagian pojok sekolah, ‎dua ruangan tersebut merupakan kelas VII I dan VII J.

Sementara, untuk dua kelas yang berdekatan dua ruang tersebut, yakni VIII A dan VIII G terpaksa dikosongkan dan aparat kepolisian pun memasang garis polisi karena dianggap membahayakan.

Halaman
12
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved