Musim Kemarau Panjang, Damkar Kabupaten Bandung Barat Kesulitan Mencari Sumber Air Untuk Pemadaman

Musim Kemarau Panjang, Damkar Kabupaten Bandung Barat Kesulitan Mencari Sumber Air Untuk Pemadaman

Musim Kemarau Panjang, Damkar Kabupaten Bandung Barat Kesulitan Mencari Sumber Air Untuk Pemadaman
Tribun Jabar
Ilustrasi mobil damkar. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, PADALARANG - Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Barat (KBB) terkendala masalah sumber air saat melakukan pemadaman, baik kebakaran lahan maupun kebakaran rumah selama musim kemarau tahun ini.

Hal tersebut, karena sumber air yang biasa digunakan untuk melakukan pemadaman, debit airnya sudah mulai menurun.

Bahkan ada yang mengering seperti saluran irigasi dan kolam yang ada di Padalarang, Cikalongwetan, Lembang, Saguling dan Cililin.

Cara Mudah dan Ampuh Membasmi Tikus di Rumah yang Bikin Jengkel, Dijamin Minggat

Kabid Pemadam Kebakaran KBB, Nanan Sunandar, mengatakan, untuk musim kemarau tahun ini pihaknya hanya mengandalkan sumber air dari hydrant yang ada di beberapa titik seperti hydrant yang ada di Kota Baru Parahyangan.

BANGGA, Indramayu Dapat Rekor MURI Dodol Mangga Gedong Gincu Terpanjang di Dunia

"Kalau hydrant di pabrik rata-rata tidak jalan dan sumber air yang di kolam dan kali memang sudah kering. Sehingga hal itu yang menjadi kendala saat musim kemarau," ujarnya saat ditemui di Kantor Damkar KBB Pos Padalarang, Selasa (1/10/2019).

Atas hal itu, saat musim kemarau ini pihaknya mendorong dan akan melakukan sidak ke setiap pabrik agar hydrant yang tersedia bisa berfungsi agar Damkar KBB tidak kesulitan mendapatkan sumber air.

"Karena saat musim kemarau, kali yang biasa kami gunakan seperti di Caringin sudah mulai kering, jadi sekarang hanya mengandalkan hydrant yang ada," katanya.

Selly A Gantina Jadi Anggota DPR RI, Generasi Milenial dan Kaum Hawa Jadi Fokus Utamanya

Kendati demikan, pihaknya memastikan upaya pemadaman saat terjadi kebakaran masih tetap berjalan meskipun sedikit terkendala akibat sumber air yang sudah mulai berkurang.

Hal itu, kata Nanan, karena masih ada sumber air di beberapa titik yang masih bisa dimanfaatkan untuk melakukan pemadaman ketika terjadi kebakaran tersebut.

"Kami juga memanfaatkan yang alami, tapi harus mencari dulu dimana sumber air yang masih ada selain memanfaatkan hydrant," ucapnya.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved