Mudah Dalam Pembuatan Batik Lewat Ecoprint, Tapi Ternyata Ini Kata Pengrajin Kesulitan Yang Dihadapi

Pengrajin Batik melalui teknik Ecoprint, Jujur Juwariah (49) mengaku kesulitan untuk memasarkan hasil karyanya.

Mudah Dalam Pembuatan Batik Lewat Ecoprint, Tapi Ternyata Ini Kata Pengrajin Kesulitan Yang Dihadapi
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Pengrajin Batik Ecoprint, Juju Juwariah (kiri) dibantu aparat desa, memperlihatkan hasil kain karyanya. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Pengrajin Batik melalui teknik Ecoprint, Jujur Juwariah (49) mengaku kesulitan untuk memasarkan hasil karyanya.

Selama ini, ia hanya mengikuti beberapa pameran dan online secara pribadi untuk menjual kain hasil kerajinan dari bahan alami tersebut.

Warga Desa Ciomas RT.003 RW.003, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka itu mengaku, untuk memasarkan produk hasil karyanya khususnya wilayah Majalengka, tergolong sulit.

Dia menyampaikan kesulitan itu terletak pada patokan harga yang dinilai masih tinggi untuk wilayah Majalengka yang UMK-nya terkecil di Jawa Barat.

"Makanya saya memasarkannya masih sulit, kalau di Majalengka itu katanya harganya tidak sesuai, padahal dibanding dengan pengrajin ecoprint yang lain, saya tergolong mematok harga paling rendah," ujar Jujur, Rabu (2/10/2019).

Lanjut Juju, selain sulit memasarkan kerajinan miliknya, di musim kemarau seperti sekarang sulit menemukan bahan dengan kualitas baik.

Adapun tersedia, di sekitar lingkungan, kata dia, daun-daun yang menjadi bahan untuk motif di kain tersebut tergolong kering.

"Sulit ya cari daun-daun yang tidak kering, harus jauh sampai daerah Jatiwangi untuk mencari daun yang tidak robek," ucap dia.

Juju pun berharap, Pemerintah daerah dapat membantu memasarkan agar ke depannya Kabupaten Majalengka memiliki sebuah ciri khas dari kerajinan batik yang dapat dikenal oleh masyarakat luas.

"Salah satu cara saya mengenalkan kepada masyarakat Majalengka yaitu dengan menawarkan ke pejabat-pejabat daerah," kata Juju.

Kreatif! Juju Juwariah Sulap Kain Jadi Nilai Jual Tinggi, Melalui Teknik Membatik Ecoprint

2 Oktober Sebagai Hari Batik Nasional, Yuk Berwisata Batik, Ini Dia Lokasi Kampung Batik

Peringati Hari Batik, Ribuan Pelajar dari 17 Sekolah di Cirebon Pecahkan Rekor MURI Membatik Massal

Ecoprint sendiri merupakan kerajinan atau teknik memberi pola pada bahan atau kain menggunakan bahan alami.

Bahan alami tersebut berupa dedaunan yang ada di sekitar lingkungan untuk ditempelkan pada sebuah kain menggunakan 2 teknik, yaitu teknik lindung (dipukul) dan steaming (dikukus). (*)

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved