Dua Ruang Kelas SMPN 2 Plumbon Cirebon Ambruk, Siswa yang Terdampak Diliburkan
Dua Ruang Kelas SMPN 2 Plumbon Cirebon Ambruk, Siswa yang Terdampak Diliburkan
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Dua ruang kelas Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Plumbon 2 di Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, ambruk pada Selasa siang (1/10/2019).
Informasi yang berhasil dihimpun Tribun Jabar, dua ruang kelas yang mengalami kerusakan berada dibagian pojok sekolah, dua ruangan tersebut merupakan kelas VII I dan VII J.
Sementara, untuk dua kelas yang berdekatan dua ruang tersebut, yakni VIII A dan VIII G terpaksa dikosongkan dan aparat kepolisian pun memasang garis polisi karena dianggap membahayakan.

• Istri Sah Kaget Temukan Kondom Bekas, Ternyata Dipakai Suami Untuk Setubuhi Adiknya Berkali-kali
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMPN 2 Plumbon, Omang Arohman, mengatakan, untuk siswa kelas VII I dan VII J, sementara waktu diliburkan.
Sedangkan untuk kelas VIII A dan VIII G, dipindahkan sementara ke musala, hal tersebut lantaran bagian atapnya pun mengalami kerusakan dan nyaris ambruk.
"Kami cari tempat aman dahulu, jadi nanti belajarnya akan pakai sistem shift," kata Omang di SMPN 2 Plumbon, Kabupaten Cirebon, Rabu (2/10/2019).
• Beragam Keunikan di Acara Hari Pangan Sedunia Ke-39 Jabar yang Berlangsung di Indramayu
Dua kelas yang roboh tersebut, terjadi pada saat proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
Ambruknya bagian bangunan tersebut tepat di bagian atap dan puing bangunan, hingga saat ini masih tampak berserakan memenuhi bagian dalam koridor ruang kelas.
Salah satu korban selamat, Muhamad Rifdho Sanjaya (11), kejadian tersebut terjadi pada pukul 13.00 saat tengah mengikuti mata pelajaran Teknologi dan Informatika (TIK).
"Sebelum ambruk, kedengar suara krekek-krekek begitu. Pas sudah mendengar ada barang jatuh, langsung lari ke luar," kata Rifdho siswa kelas VII J, di lokasi kejadian.

Rifdho bercerita kalau ia tidak mengalami luka sedikit pun, lantaran langsung menyelamatkan diri dan duduk di posisi paling depan, berdekatan dekat pintu keluar.
Saat kejadian tersebut berlangsung, Rifdho mengaku sangat ketakutan karena mendengar suara jeritan meminta tolong, terutama teman-temannya yang berjarak jauh dengan pintu keluar.
"Saya tidak kepikiran apa-apa, sing penting keluar terus menyelamatkan diri," katanya.
Muhamad Arif (11), siswa kelas VII I, mengaku, kalau ia mengalami luka ringan dibagian kepala dan lengan akibat reruntuhan puing bangunan.

"Kalau ngebayangin suka takut, kan pas lagi belajar," katanya.