Tiga Emak-emak Sediakan Bilik Asmara Rp 50.000 & Jasa Seksual, Sehari Ada 10 Pasangan 'Ngamar'
Tiga Emak-emak Sediakan Bilik Asmara Rp 50.000 & Jasa Seksual, Sehari Ada 10 Pasangan 'Ngamar'
Penulis: Mutiara Suci Erlanti | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Ketika dilihat secara seksama, maka bilik asmara ini terlihat sebagai peti kayu, yang dilengkapi pintu kecil yang bisa dibuka dengan cara menggesernya.
Saking kecil dan sempitnya, bilik asmara ini bisa dibilang mirip seperti kandang ayam.
• VIRAL, Ajak Nyanyi Biduan, Sang Nenek Cemburu dan Nangkring di Pangkuan Sang Kakek, Lihat Videonya
Meski begitu, di dalam kamar triplek mungil ini disediakan kasur, bantal, wewangian, lotion, tisu, hingga kipas angin, layaknya kamar biasa.
Meja warkop yang dimodifikasi menjadi bilik asmara itu pun langsung dibongkar oleh petugas agar tak dipakai lagi.
Ternyata, praktik prostitusi terselubung ini sudah berjalan sejak puluhan tahun lalu.
Hal ini diungkap oleh seorang perangkat Desa Moneng, Parmin (49).
Parmin mengatakan bahwa Pasar Muneng sudah dijadikan tempat mesum sejak puluhan tahun lalu.
"Sudah puluhan tahun, sejak saya masih kecil sudah ada.
Dulu mungkin awalnya cuma satu, lama kelamaan, ada pendatang satu, dua, dari luar daerah masuk ke pasar, akhirnya satu tambah satu, sekarang jadi banyak," ungkap Parmin.
Parmin menjelaskan, jika Pasar Muneng awalnya hanya digunakan sebagai tempat transaksi saja.
Namun lama kelamaan, banyak pedagang nakal yang menyediakan bilik-bilik asmara di warungnya.
Pasasr Muneng sendiri, merupakan pasar tradisional yang berlokasi di Jalan Raya Madiun-Ngawi, perbatasan antara Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ngawi.
Berikut video penampakan bilik asmara mirip kandang ayam, yang menjadi lokasi prostitusi terselubung berkedok warung kopi di Pasar Muneng, Madiun: