GEGER, Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan Berbalut Rok Abu-abu di Tumpukan Sampah
Masyarakat digemparkan dengan penemuan sesosok mayat bayi di tumpukan sampah pinggir Sungai Segawe, Desa Jenggotan, Kecamatan Kembang
TRIBUNCIREBON.COM - Masyarakat digemparkan dengan penemuan sesosok mayat bayi di tumpukan sampah pinggir Sungai Segawe, Desa Jenggotan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Selasa (1/10/2019) pagi.
Saat ditemukan, jasad mungil tersebut berbalut rok abu-abu dan terbungkus plastik merah. Berdasarkan informasi yang dihimpun, mayat bayi malang tersebut pertama kali ditemukan oleh Biyono (45), warga setempat yang tengah membersihkan tumpukan sampah di sungai sekitar pukul 05.30 WIB.
Saat itu, ia curiga dengan plastik berwarna merah tersebut lantaran saat akan disingkirkan terasa berat. Biyono yang penasaran dengan isi di dalam plastik merah tersebut lantas berupaya memeriksanya. Kaget bukan kepalang, ternyata plastik merah tersebut berisi mayat bayi berbalut rok abu-abu.
"Bayi juga ditutupi dengan sarung bantal dan sarung guling. Semula dikira sampah, karena terasa berat, kemudian dibuka," kata Kapolsek Kembang, AKP Usman, saat dihubungi, Selasa.
Menurut Usman, usai menemukan jasad bayi, saksi langsung beranjak pergi untuk menginformasikan perihal tersebut kepada sejumlah warga. Warga selanjutnya melaporkan hal tersebut ke Mapolsek Kembang.
"Kami langsung meluncur ke lokasi untuk mengevakuasi dan menggelar olah tempat kejadian perkara," kata Usman.
Dari hasil pemeriksaan kepolisian, bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki, dengan panjang 32 sentimeter, berat 1,3 kilogram, rambut hitam, lingkar kepala 26 sentimeter dan dada 23 sentimeter.
"Apakah bayi sengaja dibuang oleh orangtuanya atau seperti apa, masih didalami. Kami masih menyelidiki kasus penemuan mayat bayi ini," kata dia.
Sejumlah Anak Yang Sedang Bermain Temukan Bayi
Sesosok janin bayi ditemukan warga di Jalan Desa Cinanjung, Rt 01/08, Dusun Cikandang, Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jumat (20/9/2019).
Janin bayi tersebut ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB di pos ronda oleh anak-anak yang sedang bermain.
Sontak penemuan jasad janin bayi berjenis kelamin perempuan tersebut menggegerkan warga sekitar.
Warga Cikandang berkerumun di pos ronda Dusun Cikandang tersebut untuk memastikan dan melihat langsung jasad janin tersebut.
"Saya lihat keramaian, ternyata ada (jasad) bayi di tempat pos ronda itu," ujar Handik (67), warga Cikandang.
Belum diketahui siapa orang tua janin malang yang tega membuang jasad janin tersebut di pos ronda dekat pemukiman warga.
Penemuan jasad janin bayi tersebut kini ditangani petugas kepolisian dari Polsek Tanjungsari dan Puskesmas Tanjungsari.
Kondisi Ari-ari masih basah
Janin bayi yang dibuang di pos ronda di Dusun Cikandang, Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jumat (20/9/2019), sempat dikira daging mentah.
Hal tersebut disampaikan Panit I Reskrim Polsek Tanjungsari Iptu Luhut Sitorus, ketika ditemui Tribun Jabar di Mapolsek Tanjungsari.
"Ditemukannya pertama itu oleh anak-anak, dikiranya daging di pos ronda," ujar Iptu Luhut Sitorus.
Iptu Luhut Sitorus melanjutkan, penemuan 'daging mentah' tersebut kemudian oleh anak-anak dilaporkan pada tetangga mereka.
Setelah dicek, barulah diketahui bahwa 'daging mentah' yang ditemukan anak-anak tersebut adalah janin manusia.
Sementara itu, Iptu Luhut melanjutkan, menurut keterangan dokter, janin bayi tersebut diperkirakan berumur enam hingga tujuh bulan.
• Kasus Ibu Bunuh Bayi Karena Suami Selingkuh, Suami: Saya Nyesel, Kehilangan 2 Orang Paling Disayangi
• Wanita Ini Nekat Berhubungan Intim Dengan Suami & Ipar Hingga Hamil, Bingung Ayah Bayinya Siapa
• VIRAL, Mamah Muda Pergi Dugem Ajak Bayinya ke Diskotik, Ini Akibatnya Yang Bisa Dialami Sang Bayi
"Menurut keterangan dokter 6-7 bulan lah usianya, kelaminnya sudah terlihat, tubuhnya sudah lengkap," ujarnya.
Menurut data kepolisian, saat ditemukan, kondisi janin masih menempel ari-ari dan plasentanya, panjang janin 21 sentimeter, berat badan 350 gram, lingkad kepala 16 sentimeter, dan bergolongan darah o.
"Dibuangnya diperkirakan kurang dari 12 jam setelah ditemukan, karena kondisi masih basah," ujarnya. (*)