Breaking News:

Sejarah G30S

Ade Irma Suryani Putri AH Nasution Korban G30S PKI dengan Polos Bertanya, Kenapa Ayah Mau Dibunuh?

Ade Irma Suryani menjadi korban peritiwa G30S/PKI yang terjadi pada 1965. Gadis kecil itu tewas bersimbah darah dalam pelukan ibunya

Kolase Tribun Jabar/Facebook Museum of Jenderal Besar Dr. AH. Nasution
Ade Irma Suryani 

TRIBUNCIREBON.COM - Ade Irma Suryani menjadi korban peritiwa G30S/PKI yang terjadi pada 1965.

Gadis kecil itu tewas bersimbah darah dalam pelukan ibunya, Johanna Sunarti Nasution.

Melansir dari Tribunstyle, anak sulung AH Nasution, Hendrianti Sahara Nasution menceritakan peritiwa yang merenggut nyawa adiknya itu.

Dalam wawancara yang disiarkan oleh Tv One, Hendrianti mengatakan sang adik tewas tertembak dari jarak dekat.

Hendrianti menggambarkan peristiwa berdarah itu di tempat kejadian, kediaman AH Nasution yang telah dijadikan museum, di Menteng, Jakarta Pusat.

Pada pukul 3.30 WIB dini hari, Jenderal AH Nasution dan Johanna Sunarti Nasution terbangun dari tidur.

"Pukul 3.30 pagi, ibu saya dan ayah terbangun gara-gara nyamuk. Terdengar pintu digerebek, ibu saya melihat pasukan Cakrabirawa masuk," kata Hendrianti.

Menyadari hal tersebut, istri AH Nasution langsung menutup pintu.

"Itu yang membunuh kamu sudah datang," kata Johanna kepada suaminya.

Kemudian, pasukan Cakrabirawa menembaki pintu tersebut.

"Lalu bapak ( AH Nasution) bangun dan bilang biar saya hadapi, tapi ibu bilang jangan," kata Hendrianti.

Saat penyerbuan terjadi, Ade Irma Suryani bersama ayah dan ibunya.

Johanna berusaha melindungi AH Nasution, ia menyerahkan Ade Irma Suryani kepada adik iparnya.

"Ibu bilang ke adik bapak, tolong pegang Irma, karena dia harus menyelamatkan bapak. Sementara ibu beliau nangis lihat ayah ditembak," carita Hendrianti.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved