Berkat Bimbingan Sosial, Migran asal Desa Tegalaren Ini Tak Mau Lagi Jadi TKI, Ingin Usaha Ternak

hal itu ia urungkan karena dirinya berencana ingin melakukan sebuah usaha di tempat tinggalnya berasal.

Berkat Bimbingan Sosial, Migran asal Desa Tegalaren Ini Tak Mau Lagi Jadi TKI,  Ingin Usaha Ternak
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Acih, seorang mantan TKI, mengikuti bimbingan sosial untuk membuka usaha ternak dan tak ingin jadi TKI lagi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Acih (35) migran asal Desa Tegalaren, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka mengakui dirinya tak ingin kembali ke Luar Negeri dimana dia bekerja, Sabtu (28/9/2019).

Hal ini ia sampaikan setelah dirinya mengikuti bimbingan sosial bagi Warga Negara Indonesia (WNI) Migran Korban Perdagangan Orang (M-KPO).

Ia mengikuti kegiatan tersebut beserta ratusan migran lainnya yang sudah pulang ke daerah asalnya di Kabupaten Majalengka.

Acih mengatakan, setelah mengikuti bimbingan tersebut ia tak ingin kembali ke luar negeri dimana ia pernah bekerja.

Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (RSTS) dan Migran Korban Perdagangan Orang (M-KPO) menggelar bimbingan sosial, pemberian biaya hidup dan modal usaha bertempat di gedung Islamic Center Majalengka, Jumat (27/9/2019).
Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (RSTS) dan Migran Korban Perdagangan Orang (M-KPO) menggelar bimbingan sosial, pemberian biaya hidup dan modal usaha bertempat di gedung Islamic Center Majalengka, Jumat (27/9/2019). (TribunCirebon.com/Eki Yulianto)

Dikatakan dia, hal itu ia urungkan karena dirinya berencana ingin melakukan sebuah usaha di tempat tinggalnya berasal.

"Saya dapat banyak ilmu di sini (bimbingan sosial), saya rencana mau usaha ternak, biar bisa melanjutkan hidup saya tanpa harus pergi ke luar negeri dan meninggalkan keluarga," ujar Acih saat ditemui di sela-sela kegiatan tersebut, Sabtu (28/9/2019).

Ada Aksi Mujahid 212 di Istana Hari Ini, Aa Gym Bilang Jemaah Daarut Tauhiid Tak Ikutan

Jika Keluarkan Perppu Cabut UU KPK, Sekretaris Fraksi PDIP: Mohon Maaf, Pak Presiden Tak Hormati DPR

Wanita yang sudah bekerja selama 6 tahun di Arab Saudi itu menceritakan, ia pertama berangkat menjadi migran pada tahun 2004 silam.

Selama 6 tahun di sana, kata Acih, ia menjadi Asisten Rumah Tangga yang beberapa kali ganti majikan.

"Saya pernah di Kedah, lalu pindah di Riyad, ya alhamdulilah meski pindah-pindah saya tidak pernah diperlakukan kasar oleh majikan," ucap dia.

Halaman
12
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved