Tukang Gigi se-Jabar Berunjuk Rasa Minta RUU KUHP Pasal 2 Dibatalkan, Ini Akibatnya Jika Disahkan

Ratusan massa yang merupakan Serikat Tukang Gigi Indonesia (STGI) Jawa Barat, menggelar unjuk rasa di Depan Gedung DPRD Jawa Barat

Tukang Gigi se-Jabar Berunjuk Rasa Minta RUU KUHP Pasal 2 Dibatalkan, Ini Akibatnya Jika Disahkan
Tribun Jabar/Haryanto
Ratusan massa yang merupakan Serikat Tukang Gigi Indonesia (STGI) Jawa Barat, menggelar unjuk rasa di Depan Gedung DPRD Jawa Barat pada Kamis (26/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG -  Ratusan massa yang merupakan Serikat Tukang Gigi Indonesia (STGI) Jawa Barat, menggelar unjuk rasa di Depan Gedung DPRD Jawa Barat pada Kamis (26/9/2019).

Ketua STGI Jabar, Muhammad Zuhri mengatakan bahwa pihaknya melakukan aksi untuk menyampaikan penolakan terhadap RUU KUHP.

Lebih khusus, kata Zuhri, RUU KUHP pasal 276 ayat 2 yang dinilai bisa mengkriminalisasi tukang gigi dengan pidana berat.

"Pasal itu bunyinya sangat mengebiri pekerjaan tukang gigi. Pasalnya tidak secara langsung mengutuk kami, tapi yang kami khawatir turunan-turunan dari pasal-pasal itu," kata Zuhri saat ditemui di sela kegiatan unjuk rasanya.

Dia menyebut bahwa pasal itu bisa menjerat para tukang gigi dengan ancaman hukuman lima tahun atau denda.

Pasal tersebut menyatakan setiap orang yang menjalankan pekerjaan menyerupai dokter atau dokter gigi sebagai mata pencaharian baik khusus maupun sambilan dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Kategori V.

Padahal pasal-pasal yang dapat mengkriminalisasi tukang gigi itu sudah sempat diaplikasikan oleh pemerintah pada tahun 2012.

Namun pada saat itu RUU tersebut telah dianulir di Mahkamah Konstitusi (MK) melalui Judicial Review pada tahun 2013 lalu melalui surat Nomor 40 tahun 2013.

Ketika RUU itu hadir dan muncul untuk kembali digodok oleh DPR, dia bersama pihaknya mengaku terkejut.

Halaman
1234
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved