Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Paksa Pendemo di Bandung, Tangkapi Provokator Berbaju Hitam

Diskusi sempat digelar. Namun, meski sudah dipertemukan, massa tetap saja berunjuk rasa. Saat ini, polisi sedang menghalau massa

Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Paksa Pendemo di Bandung, Tangkapi Provokator Berbaju Hitam
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Konsidi terkini di Gedung DPRD Provinsi Jabar 

Laporan Wartawan Tribun, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNCIREBON.COM,BANDUNG - Polisi akhirnya membubarkan paksa massa pendemo di Jalan Dipenogoro, Kota Bandung yang berunjuk rasa sejak siang, Selasa (24/9).

"Kami atas nama undang-undang, akan membubarkan anda semua," ujar polisi melalui pengeras suara. Sesuai aturan undang-undang, batas waktu unjuk rasa maksimal pukul 18.00.

Polisi kemudian menembakan gas air mata lebih dari dua kali. Alhasil, massa berhamburan ke segala arah.

Massa sebelumnya sempat dipertemukan dengan perwakilan DPRD Jabar. Sesuai dengan tuntutan mereka yang menginginkan dipertemukan dengan pimpinan DPRD Jabar.

Diskusi sempat digelar. Namun, meski sudah dipertemukan, massa tetap saja berunjuk rasa. Saat ini, polisi sedang menghalau massa supaya bubar.

Gas air mata menyeruak, menyebar ke segala penjuru di Jalan Dipenogoro. Setelah massa bubar dari Jalan Dipenogor, polisi menghentikan tembakan gas air mata.

Setelah dibubarkan itu, massa pendemo berlarian ke Jalan Majapahit, Lapangan Gasibu‎ hingga Jalan Cisangkuy. Polisi mengejar mereka kemudian menangkapi mereka satu per satu.

Seorang anggota Sat Sabhara menolong seorang pendemo yang terkena gas air mata saat unjuk rasa yang ricuh di depan DPRD Jabar, Selasa (2492019).
Seorang anggota Sat Sabhara menolong seorang pendemo yang terkena gas air mata saat unjuk rasa yang ricuh di depan DPRD Jabar, Selasa (2492019). (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Mereka yang ditangkap diduga provokator sekaligus mereka yang melempari polisi dengan batu.

Saat membubarkan massa, polisi sempat memberi peringatan pada mereka hingga tiga kali. Polisi memperingatkan mereka supaya bubar karena sesuai undang-undang, batas waktu berunjuk rasa hingga pukul 18.00.

Pantauan Tribun, sebagian massa yang diamankan menggunakan pakaian hitam-hitam. Lebih dari 10 orang yang diamankan. Di antaranya ada mahasiswa swasta di Jalan Dipati Ukur.

Tukang Sayur Tergila-gila Janda, Ingin Kawin Lagi, Sebut Istri Sah Membosankan, Merasa Tak Puas

Para PSK Hanya Bermodalkan Spons & Belut, Pura-pura Perawan Padahal Tipuan

Massa pendemo ini sebenarnya sudah dipenuhi tuntutanya untuk dipertemukan dengan perwakilan DPRD Jabar. Bahkan, pendemo juga diberi kesempatan untuk berdiskusi. Namun, hingga diskusi di tengah jalan itu berakhir, massa tetap saja berunjuk rasa.

Sementara itu, suasana sekitar Gedung Sate saat ini sudah tampak kondusif. ‎Polisi sudah menggelar apel. (men)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved