Antisipasi Bencana Musim Hujan, Pemkab Cirebon Segera Rampungkan Dokumen Kontinjensi

Penindakan tepat dan sesuai saat ada bencana. Sehingga dengan mudah berlakukan status siaga darurat

Antisipasi Bencana Musim Hujan, Pemkab Cirebon Segera Rampungkan Dokumen Kontinjensi
TribunCirebon.com/Hakim Baihaqi
Pemerintah Kabupaten Cirebon, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan penyusunan dokumen rencana kontinjensi menghadapi bencana banjir di Hotel Patra, Kedawung Kabupaten Cirebon, Selasa (24/9/2019). 

Laporan wartawan TribunCirebon.com, Hakim Baihaqi

TRIBUNCIREBON.COM - Pemerintah Kabupaten Cirebon, melakukan sejumlah antisipasi untuk mengatasi bencana alam yang kerap terjadi selama musim penghujan.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yakni penyusunan dokumen rencana kontinjensi menghadapi bencana banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, mengatakan,‎ penyusunan dokumen tersebut dilakukan bila nanti terjadi bencana banjir, pemerintah tidak ragu melakukan tindakan.

"Penindakan tepat dan sesuai saat ada bencana. Sehingga dengan mudah berlakukan status siaga darurat," kata Dadang saat ditemui di Hotel Patra, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Selasa (24/9/2019).

Begini Cara Mudah Melacak Lokasi Gunakan WhatsApp, Temukan Pacarmu Lewat Satu Balasan Chat Saja

Tangis Gadis Penjual Kue Ini Pecah Saat Tahu Kapolres Kesayangannya Pergi, AKBP Cepi: Bapak Pamit

Informasi yang berhasil dihimpun Tribun Jabar,‎ 23 kecamatan rawan banjir di Kabupaten Cirebon yaitu sebagai berikut, ‎Kecamatan Ciledug, ‎Pabedilan,‎ Pasaleman,‎ Gebang,‎ Losari, ‎Waled,‎ Mundu, ‎Lemahabang,‎ Astanajapura, ‎Pangenan, ‎Gunungjati, ‎Kedawung, ‎Plumbon,‎ Plered,‎ Tengah Tani, S‎uranenggala,‎ Kapetakan, ‎Klangenan, ‎Panguragan, ‎Susukan, G‎egesik, ‎ Ciwaringin, dan‎ Jamblang.‎

Sedangkan ‎untuk daerah rawan longsor dan gerakan tanah meliputi, ‎Kecamatan Dukupuntang,‎ Sumber,‎ Gempol, ‎Sedong,‎ Greged, dan ‎Ciwaringin.

Dadang mengatakan, banjir terparah di Kabupaten Cirebon terjadi pada 16 kecamatan, terutama di wilayah timur, karena tahun lalu terjadi bencana banjir bandang yang berdampak kepada ribuan orang.

"Bencana yang terjadi pada 2018 membuat kami harus sigap. Kami terus koordinasi terutama dengan BBWS, beserta pihak terkait laiinnya, intinya meminimalisir dampak bencana," katanya.

‎Diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Cirebon sejak Kamis (22/2/2018) menyebabkan enam kecamatan di Kabupaten Cirebon terendam banjir.

Banjir hari ini meliputi kecamatan Pasaleman, Pabuaran, Losari, Ciledug, Waled, dan Gebang. Dari enam kecamatan tersebut, banjir yang paling parah ada di Desa Cilengkrang, Kecamatan Pasaleman, dan Desa Ciledug Wetan, Kecamatan Ciledug.

"Ketinggian air di sana mencapai 2,5 meter," ujar ujar Kasi Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Eman Sulaeman.‎

Selain akibat hujan deras, banjir tersebut juga disebabkan oleh tanggul hulu sungai yang ada di Kabupaten Kuningan jebol. Akibatnya, korban banjir banyak yang mengungsi di masjid dan balai desa.

Sampai hari ini, ada 1500 Kepala Keluarga (KK) dan hampir 7000 jiwa yang terdampak banjir.‎ (*)

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved