Panglima TNI Marsekal Hadi Berani Minum Air Citarum Hasil Penyulingan, Rasanya Seperti Air di Rumah
sengaja memilih Citarum sebagai tempat Bakti Karya dan Bakti Sosial, karena saat ini Sungai Citarum tengah menjadi sorotan
Laporan Wartawan Tribun, Mumu Mujahidin
TRIBUNCIREBON.COM, BALEENDAH - Dalam rangka menyambut HUT ke-74 TNI, TNI menggelar Karya Bakti dan Bakti Sosial di DAS Citarum, Sektor 7, Desa Sukamukti, Baleendah Kabupaten Bandung, Sabtu (21/9/2019). Puncak perayaan HUT ke 74 TNI ini akan dilaksanakan pada 5 Oktober yang terpusat di Halim Perdana Kusuma, Jakarta.
Karya bakti dan karya sosial ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti pengobatan gratis, pemberian kaki palsu, perbaikan 20 rumah tidak layak huni, pembuatan 10 buah jamban, membuat sumur bor, dan merehabilitasi 10 sekolah dan tempat ibadah di kawasan DAS Citarum.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menuturkan Bakti Karya dan Bakti Sosial ini merupakan tahapan HUT ke-74 TNI.
Menurutnya TNI berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, oleh karena itu TNI sangat peka terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat, terutama terkait kesehatan, lingkungan hidup dan pendidikan.
"Oleh karena itu kami bantu turun ke bawah, permasalahan apa yang bisa kami bantu. Namun tentunya tidak semua, hanya beberapa yang bisa kami tangani," ujarnya seusai kegiatan tadi siang.
Oleh karena itu TNI perlu bekerjasama dengan pemerintah daerah termasuk dengan seluruh stakeholder sehingga permasalahan-permasalahan di masyarakat bisa diatasi bersama-sama.
"Mudah-mudahan ini semua dapat diterima oleh masyarakat. Dan kegiatan ini tidak dilaksankan pada saat HUT TNI saja, kegiatan serupa juga sering dilakukan di luar giat HUT TNI," katanya.
Panglima TNI juga mengatakan sengaja memilih Citarum sebagai tempat Bakti Karya dan Bakti Sosial, karena saat ini Sungai Citarum tengah menjadi sorotan karena permasalahan lingkungannya.
Dulu Citarum dikenal sebagai sungai terkotor di dunia, kini menurutnya Citarum sudah mulai berbenah dan memiliki nilai jual yang tinggi untuk destinasi wisata.
"Mudah-mudahan dengan program Gubernur (Jabar) Citarum bisa dijadikan tempat wisata, tempat penghijauan, sehingga memiliki daya tarik tersendiri dan bisa menginformasikan ke luar, jika dulu disebut sebagai sungai terkotor sekarang menjadi Citarum yang bersih dan bisa dinikmati bersama," tuturnya.
Hadi menuturkan saat ini proggres revitalisasi Citarum sudah mencapai 40 persen dan sisa 60 persen. Meski begitu sudah banyak perubahan-perubahan Citarum yang mulai dapat dirasakan oleh masyarakat.
"Tahap berikutnya adalah pembersihan, penjernihan sekarang dibersihkan dulu, tindakan hukum dulu baru itu pembersihan. Nanti Insya Alloh akan kembali seperti Citarum zaman nenek moyang kita dulu," katanya.
Dalam kegiatan ini Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga sempat meminum air Citarum hasil penyulingan mesin pada proyek instalasi air bersih Citarum Harum yang ada di Sektor 7 Satgas Citarum Harum.
"Saya rasakan minumnya ya seperti air rumah tangga yang biasa saya minum setiap hari. Artinya air itu bisa dijamin sehat dan laik untuk dikonsumsi (setelah diproses)," ungkapnya.
Nantinya panglima dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil juga berharap mesin-mesin penyulingan air bersih ini bisa ditempatkan di beberapa titik DAS Citarum. Hingga bisa menghasilkan ribuan liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (mud)