Dampak Musim Kemarau

Berbulan-bulan Sumur Mengering, Warga Desa Rancatungku Rela Antre Air Bersih Bantuan BPBD

Kami membuatkan sarana air bersih (Sibel) atau sumur air dangkal sedalam 10 meter disalurkan ke rumah-rumah warga

Editor: Machmud Mubarok
Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Warga Nanjung terpaksa harus mengandalkan air bantuan dari Damkar, karena air PDAM tak kunjung mengalir sejak tiga bulan lalu, Sabtu (31/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun, Mumu Mujahidin

TRIBUNCIREBON.COM, PAMEUNGPEUK - Warga RT 01/02 Desa Rancatungku, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung antusias mengantre air bersih yang didistribusikan oleh pihak Desa Rancatungku, Jumat (20/9/2019). Warga sudah kesulitan air bersih selama berbulan-bulan.

"Sumur warga sudah pada kering, air paling hanya ada seember dua ember saja, habis itu tidak ada lagi," ujar Imas Mariana (56) warga setempat saat mengantre air bersih tadi siang.

Imas mengaku keringnya sumur-sumur warga ini sudah terjadi sejak dua bulan terakhir. Sehingga warga mulai kesulitan mendapat air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

"Kalau untuk mencuci mah ada, pake air sungai yang sudah disaring, tapi kalau untuk makan minum biasanya beli air galon," ujarnya.

Namun sudah beberapa minggu ini warga mendapat bantuan air bersih dari BPBD yang disalurkan oleh pihak Desa Rancatungku. Pihak desa kemudian menyalurkannya kepada warga di 5 RW di antaranya RW 02, 03, 07, 08, dan 09.

"Kekeringan sudah terjadi sejak 4 bulan lalu. Dari awal kami sudah mengajukan bantuan torn ke kecamatan (Pameungpeuk) dan air bersih ke Pemkab Bandung," kata Sekretaris Desa Rancatungku Asep Priatna di lokasi tadi siang.

Nafsu Syahwat Menggebu-gebu, Janda Ini Ajak Pria Muda Berhubungan Badan Setelah Acara Tahlilan Suami

Ingat Diana Pungky Pemeran Jin Cantik di Sinetron Jinny Oh Jinny? Kini Penampilannya Bikin Pangling

Asep menuturkan pihaknya sudah mendapat bantuan 3 unit torn berkapasitas 6000 liter dari kecamatan bersifat pinjaman. Tiga unit torn ini ditempatkan di RW 01, 07, dan 08 Desa Rancatungku, sehingga torn tersebut bisa menampung air bersih dan diakses oleh warga.

"Kami juga mendapat bantuan air bersih 6000 liter dari BPBD, dikirim seminggu sekali. Kalau tidak ada (pengiriman) tapi warga sudah membutuhkan dan belum waktunya pengiriman kami beli secara mandiri sesuai kebutuhan warga," tuturnya.

Menurutnya kesulitan air bersih di saat musim kemarau ini memang setiap tahun dialami warga. Namun pihak desa mengklaim selalu berusaha mencarikan solusi untuk warganya.

"Kami membuatkan sarana air bersih (Sibel) atau sumur air dangkal sedalam 10 meter disalurkan ke rumah-rumah warga. Kami juga membendung air sungai Ciherang untuk disaring terus dijadikan serapan air," katanya. (mud)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved