Breaking News:

Polisi Kini Tetapkan Manajer Perusahaan Truk Sebagai Tersangka Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang

Polisi Kini Tetapkan Manajer Perusahaan Truk Sebagai Tersangka Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang

Tribun Jabar/Ery Chandra
Sebuah kendaraan truk kontainer terguling dalam kecelakaan beruntun di Tol Cipularang, Senin (2/9/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, ery chandra

TRIBUNCIREBON.COM, PURWAKARTA- Setelah menetapkan dua orang tersangka pengemudi dump truk inisial DH dan SB yang menyebabkan kecelakaan beruntun.

Kini, Kepolisian Resor Purwakarta masih mengembangkan kasus kecelakaan beruntun di Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta.

Dalam pengembangan kasus kecelakaan yang menyebabkan 36 orang korban. Terdiri dari 8 orang meninggal dunia dan lainnya mengalami luka-luka itu menetapkan satu orang tersangka baru.

BREAKING NEWS Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kecelakaan Tol Cipularang, Siapa Dia?

Bocah Ini Pucat Saat Ngaku ke Sang Ibu Celananya Pernah Dibuka & Dipaksa Berhubungan Badan oleh Pria

Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius mengatakan pihaknya menetapkan tersangka baru berinisial MM.

Diketahui merupakan manajer operasional perusahaan kendaraan dump truk inisial JTJ berkantor di Jakarta.

Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Diminta Segera Dalami Temuan Benda Kuno di Alun-alun Kejaksan

"Sudah tiga tersangka. Dimungkinkan ada tersangka baru, masih ada pengembangan lanjut," ujar Matrius, di Kabupaten Purwakarta, Kamis (19/9/2019).

Menurutnya, dari hasil penyelidikan mereka melakukan pelanggaran melebihi batas muatan. Semestinya 12 ton ternyata mengangkut hingga 37 ton.

Lalu melebihi dimensi tinggi bak seharusnya satu meter ternyata dibuat jadi satu meter 70 centimeter. Padahal, dari informasi yang diperoleh pihaknya sebelumnya telah terdapat peringatan.

Bocah Ini Pucat Saat Ngaku ke Sang Ibu Celananya Pernah Dibuka & Dipaksa Berhubungan Badan oleh Pria

"Dari dinas perhubungan DKI Jakarta. Namun atas seizin dari manajer operasional ini tetap dilakukan. Ada pembiaran walaupun ada teguran," katanya.

Dia mengatakan kondisi kendaraan dump truk tersebut hasil keterangan saksi ahli, dinas perhubungan dan agen pemegang merek (APM) kendaraan kondisi masih layak jalan keduanya.

Tetapi, kelebihan muatan sehingga efektivitas kendaraan berkurang atau slip. Ditambah pengemudi saat itu kondisi kecepatan tinggi menghadapi turunan.

VIRAL Foto Tak Senonoh Diduga ASN Pemprov Jabar, Polisi Akan Lakukan Hal Ini untuk Mengungkapnya

"Surat jalan masih dalam penyelidikan. Karena yang kami lihat adalah validitas pengemudi dan validitas kendaraan. Yaitu pengemudi SIM-nya dan STNK-nya itu lengkap semua. Untuk surat jalan itu kaitan muatan," ujarnya.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved