Sabtu, 2 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

PERJUANGAN Petugas Padamkan Api Karhutla, Hampir Ditelan Lumpur Hidup Hingga 'Ditegur' Beruang

PERJUANGAN Petugas Padamkan Api Karhutla, Hampir Ditelan Lumpur Hidup Hingga 'Ditegur' Beruang

Tayang:
(KOMPAS.COM/IDON)
Anggota BPBD Riau, Yogi Irawan, dievakuasi oleh seorang temannya dari lumpur hidup di lokasi karhutla di Desa Bedagu, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis (12/9/2019) 

TRIBUNCIREBON.COM- Pengalaman pahit dialami Yogi Irawan (23) saat bertugas memadamkan api kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) di Desa Bedagu, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Yogi nyaris tenggelam di dalam lumpur hidup. Yogi salah satu anggota BPBD Riau.

Dia sudah beberapa kali turun ke wilayah yang terjadi karhutla. Salah satunya, yakni di Kabupaten Pelalawan pada Kamis (12/9/2019) lalu. Namun, kala itu Yogi mengalami nasib buruk.

Bocah Ini Pucat Saat Ngaku ke Sang Ibu Celananya Pernah Dibuka & Dipaksa Berhubungan Badan oleh Pria

Ekspresi Sedih Presiden Jokowi & Sepatunya Kotor Seperti Terbakar Jadi Bukti Parahnya Karhutla Riau

"Saya masuk ke lumpur hidup. Saat itu, lumpurnya terasa mengisap. Sudah sampai leher," kata Yogi, kepada Kompas.com, Rabu (18/9/2019). 

Sore itu, lanjut dia, bersama beberapa anggota BPBD Riau lainnya, ia sedang memadamkan api di hutan.

Kebakaran sedang membesar dan mengeluarkan asap sangat pekat. Lokasi kebakaran merupakan tanah gambut.

Kebakaran Hutan di Kalimantan & Sumatera Hingga Banyak Asap,Ini Kata Direktur Operasi BIJB Kertajati

Karena asap semakin pekat, petugas keluar dari lokasi.

Yogi dan seorang temannya menyelamatkan diri ke tempat yang aman. Tanpa sadar, saat itu Yogi menginjak lumpur hidup yang perlahan mengisap tubuhnya.

"Awalnya saya kira tanah keras. Tapi, pas saya injak langsung tenggelam. Makin bergerak makin mengisap," ujar Yogi.

VIDEO: Pengendara Pingsan & Nabrak Pohon Karena Kabut Asap Karhutla, Gerindra Tagih Janji Jokowi

Dia mengaku, langsung teriak minta tolong kepada temannya. Meski di dekat lokasi kejadian ada sebuah alat berat eskavator, tapi operatornya tidak berada di tempat.

Lalu, temannya mencari kayu untuk menarik Yogi. Akhirnya dia selamat. "Saya ditarik pakai kayu. Alhamdulillah, saya selamat," ucap dia.

Yogi mengatakan, kejadian itu merupakan pengalaman pertama selama ikut memadamkan api.

Tapi, dia mengaku tidak trauma, karena kejadian tersebut adalah risiko dalam bertugas.

Walau begitu, setiap ikut pemadaman karhutla, Yogi juga mengaku selalu berhati-hati. Apalagi, saat pemadaman api di lahan gambut.

Beres Video Viral Sumedang Bergoyang, Kini Video Dua Pelajar Bercumbu di Ruang Publik Beredar

Karhutla di Riau "Trauma enggak, tapi harus hati-hati lagi. Sampai sekarang saya masih ikut madamkan api.

Kemarin di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar," ujar Yogi.

Tak Terima Ditegur Masukan Bajunya, Siswa SMAN 4 Banjarmasin Justru Tampar Gurunya

Sebagaimana diberitakan, hingga saat ini, tim satgas karhutla Riau masih berjibaku memadamkan karhutla yang terjadi di beberapa wilayah Riau.

Kebakaran yang terjadi, mengakibatkan bencana kabut asap.

Sehingga, asap yang mengepung di Bumi Lancang Kuning ini, sudah banyak berdampak terhadap kesehatan masyarakat, karena kualitas udara menjadi tidak sehat hingga berbahaya.

Ditegur Beruang

Memasuki kawasan hutan memang harus berhati-hati. Apalagi, hutan itu dihuni oleh hewan buas.

Seperti cerita mengerikan yang dialami anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau.

Mereka menjumpai seekor beruang saat hendak memadamkan api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Bedagu, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Kejadian itu diceritakan Kasi Distribusi dan Logistik BPBD Riau, Suarfianto, kepada Kompas.com, Rabu (19/9/2019).

Abash Pacar Lucinta Luna Ngamuk Lihat USG Bayi yang Dikandung Lucinta:Kamu Berhubungan Dengan Siapa?

"Kejadiannya itu seminggu yang lalu. Kami menjumpai seekor beruang besar," ungkap Suarfianto.

Dia mengatakan, di lokasi kebakaran cukup sulit mendapatkan sumber air. Pemadaman pun menjadi terkendala.

Petugas mencoba mencari sumber air dengan masuk ke hutan. Namun, sumber air tak kunjung ditemukan. "Kami masuk ke hutan merintis jalan," ujar Suarfianto.

Tak lama setelah itu, dia dan teman-temannya mendengar suara berisik di semak-semak.

Ternyata, seekor beruang sedang berada di atas kayu, yang berjarak sekitar 100 meter dari petugas. Petugas pun diam sejenak.

Perjalanan tidak diteruskan, karena akan berisiko. Apalagi, hewan buas berkuku tajam itu mengoyang-goyangkan batang kayu yang dipanjatnya.

Satwa dilindungi itu seakan memberikan "teguran" kepada petugas agar tidak masuk ke habitatnya.

Atau bisa saja sedang menunjukkan kemarahannya, karena rumahnya ikut terbakar akibat karhutla.

"Mungkin dia mengoyangkan kayu sebagai aba-aba supaya kami jangan mendekat. Kami saat itu juga takut. Sehingga kami menghindar dan mencari jalan lain untuk mencari sumber air," tutur Suarfianto.

Menurut dia, pemadaman di kawasan hutan memang perlu hati-hati. Apalagi, kebakaran terjadi di kawasan hutan yang terdapat habitat hewan buas.

Meski begitu, Suarfianto menganggap perjumpaan dengan beruang itu adalah sebuah pengalaman unik saat menanggulangi bencana karhutla.

"Kami tetap melakukan pemadaman. Tapi, mencari lokasi yang aman," katanya.

Sebagaimana diberitakan, hingga saat ini Tim Satgas Karhutla Riau masih berjibaku memadamkan api karhutla yang terjadi di beberapa wilayah di Riau.

 Akibat Karhutla di Riau Kebakaran yang terjadi mengakibatkan bencana kabut asap.

Sehingga, asap yang mengepung di Bumi Lancang Kuning ini sudah banyak berdampak pada kesehatan masyarakat, karena kualitas udara menjadi tidak sehat hingga berbahaya. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved