HEADLINE - Pemain Persib Omid Masih Bengkak dan Berdarah, Robert Mengaku Tak Tahu di Mana Ezechiel

Persib Bandung diprediksi masih akan bermain tanpa Ezechiel N'Douassel saat menjamu Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat

HEADLINE - Pemain Persib Omid Masih Bengkak dan Berdarah, Robert Mengaku Tak Tahu di Mana Ezechiel
Tribun Jabar/Ferdyan Adhy Nugraha
Pelatih persib Bandung Robert Alberts (kanan) 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Persib Bandung diprediksi masih akan bermain tanpa Ezechiel N'Douassel saat menjamu Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (18/9). Hingga Selasa (17/9), bomber asal Chad itu masih belum terlihat di Bandung. Sebelumnya, Eze pulang ke negaranya untuk memperkuat tim nasional Chad pada ajang kualifikasi Piala Dunia 2022.

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, mengaku tak bisa berkomentar banyak soal keberadaan pemain bernomor punggung 10 itu. Namun, Robert berharap, Ezechiel baik-baik saja.

"Seperti yang saya katakan, saya belum mendapat kabar apa pun. Jadi, saya tidak bisa berkomentar dan bicara apa pun soal itu. Prioritas pertama saya adalah keselamatan pemain. Jika memang belum ada kabar, saya harap tidak terjadi apa pun terhadap pemain saya di perjalanan, atau hal lainnya. Saya berdoa tidak ada hal buruk terjadi. Berikutnya, kita lihat nanti ketika dia sudah kembali," ujar Robert saat jumpa pers di Graha Persib, Jalan Sulanjana No 17, kemarin.

Selain Ezechiel, Persib terancam tanpa gelandang asing barunya, Omid Nazari, pada laga nanti. Luka pemain berdarah Iran itu belum sembuh. Kepalanya terluka setelah orang-orang tak dikenal melempari bus yang ditumpangi para pemain Persib sepulang dari Stadion Pakansari, Bogor, menuju hotel tempat tim menginap seusai laga kontra Tira Persikabo.

"Omid dalam latihan pagi tadi terlihat bagus. Tapi masih ada sedikit pembengkakan dan ada darah mengucur. Kami masih harus memonitor dia. Jika masih ada pembengkakan, dia tidak bisa bermain. Tapi sejauh ini tidak ada infeksi. Jika besok semua berjalan sesuai rencana, dia akan bermain," kata Robert.

Robert mengatakan, kuartet Supardi Nasir, Achmad Jufriyanto, Nick Kuipers, dan Ardi Idrus akan tetap menjadi andalan di lini belakang. Di lini tengah, jika Omid tak bisa diturunkan, masih ada Hariono, Kim Jeffrey Kurniawan, dan Abdul Aziz. Ketiganya akan memperebutkan satu tempat di lini tengah untuk bergabung dengan Dedi Kusnandar, Esteban Vizcarra, dan Ghozali Siregar dalam formasi 4-4-2 yang menjadi andalan Robert.

Namun, tanpa kehadiran Febri Hariyadi, yang tak bisa bermain karena terkena hukuman akumulasi kartu kuning, Vizcarra dan Ghozali juga harus bekerja ekstrakeras membantu Kevin van Kipperluis di lini depan.

Robert mengaku percaya diri menghadapi Semen Padang malam ini. Catatan impresif di dua laga terakhir membuat Robert optimistis.

"Untuk Persib, ini pertandingan pertama di putaran kedua di Bandung. Terakhir kami bermain di Bandung bisa menang 1-0 lewat gol di menit akhir. Kami melihat ada perbaikan di lini pertahanan tim dan kami tahu prioritasya karena di putaran pertama kemasukan banyak gol," katanya.

Persib, kata Robert, kini lebih stabil di pertahanan dan bisa meningkatkan kualitas penyerangan. "Sekarang mulai ada kepercayaan diri lebih dari tim untuk terus melanjutkan catatan bagus di laga kandang. Saya melihat ke depan untuk pertandingan dan melihat ke depan untuk meraih tiga poin besok," kata Robert.

Namun, kata Robert, Semen Padang memiliki motivasi yang tinggi untuk menang karena mereka berada di posisi juru kunci klasemen sementara Liga 1 2019. "Saya tahu mereka punya pemain baru dari Brasil dan pelatih baru dari Portugal. Normalnya gaya bermain dari Portugal sangat technical dan memainkan pola permainan menyerang. Kami harus mengantisipasi itu. Padang yang sekarang tentunya tidak sama dengan yang sebelumnya kami hadapi di pertemuan terakhir," ujarnya.

Di tempat yang sama, pelatih Semen Padang, Eduardo Almeida, mengatakan, motivasi para pemainnya tengah tinggi. Eduardo menyadari bahwa mengambil poin dari kandang Persib tak akan mudah, tapi ia optimistis timnya bisa mencuri poin.

"Kami akan melakukan apa yang harus kami lakukan untuk pertandingan besok dan pentingnya untuk ambil poin di pertandingan yang sulit menghadapi tim yang bagus yang sudah mendapat tiga kali menang dan dua kali seri di sini. Kami tahu mereka bisa curi satu poin dari kandang lawan yang kuat. Jadi kami persiapkan apa pun untuk bisa bermain bagus dan ambil poin di sini," katanya.

Eduardo bertekad menyelamatkan Kabau Sirah dari jurang degradasi. Ia optimistis bisa menuntaskan misi berat menyelamatkan Semen Padang. Semua itu, kata Eduardo, akan mereka mulai saat menghadapi Maung Bandung.

"Sebenarnya saya sudah pernah bekerja di situasi seperti ini beberapa kali. Di Malaysia saya menyelamatkan Malaka dari situasi serupa. Di Portugal juga saya sudah lakukan hal yang sama. Jadi ini ada tantangan yang sudah biasa saya hadapi. Saya tahu ini akan sulit dan jadi posisi yang berat bagi pelatih. Tapi ini tantangan yang menarik karena kami ada di bawah tekanan dan mencoba untuk memberikan yang terbaik dan membawa tim ke posisi yang aman," ucapnya. (*)

Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved