Enco Petani Padi Majalengka Akui Raup Untung Besar Setelah Beralih Tanam Bawang di Musim Kemarau

Pemilik Lahan Padi di Desa Pakubereum, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, H Enco (63) alihkan lahannya menjadi lahan bawang

Enco Petani Padi Majalengka Akui Raup Untung Besar Setelah Beralih Tanam Bawang di Musim Kemarau
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Petani di Desa Pakubereum sedang merapihkan hasil panen, Rabu (18/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Pemilik Lahan Padi di Desa Pakubereum, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, H Enco (63) alihkan lahannya menjadi lahan bawang.

Menurutnya, pengalihan lahan padi menjadi bawang menjadi rutinitas setiap tahunnya demi bercocok tanam yang menguntungkan.

"Saya hanya di bulan 7 sampai bulan 9 tanam bawang hingga panen, selebihnya lahan itu ya tanam padi," ujar H Enco saat ditemui Tribuncirebon.com, Rabu (18/9/2019).

Pria yang bertempat tinggal di Blok Cambay RT.10, Desa Pakubereum itu menuturkan, alasan dirinya mengalihkan lahan tersebut untuk memanfaatkan cuaca yang sedang di musim kemarau seperti sekarang ini.

Di musim kemarau, kata dia, bercocok tanam bawang merupakan hal yang tepat mengingat bawang hanya cocok ketika musim kemarau.

"Cuma setahun sekali bawang itu, dibanding padi ya jelas untung bawang. Untungnya bisa sampai ratusan juta bergantung harga pasarannya sedang di angka berapa. Jadi sepanjang tahun, saya bisa panen padi 2x, bawang 1x," ucap dia.

Enco mengatakan, setiap panen bawang yang terjadi di bulan September tersebut, dirinya acap kali mendapatkan untung melebihi bercocok tanam padi.

Alasannya, kata dia, harga per kilo padi atau gabah dan bawang sangat berbeda jauh.

"Padi per kilonya sekarang di angka Rp 5 ribu, sedangkan bawang anjlok-anjloknya di angka Rp 6 ribu," kata H Enco.

Halaman
1234
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved