Breaking News:

Dua Siswa SMP Teman Sebangku Saling Ejek Akhirnya Duel Sampai Seorang di Antaranya Tewas

cucunya itu tak memiliki riwayat penyakit membahayakan. Semasa hidup kesehatannya stabil. AG juga dikenal berkepribadian baik dan sopan.

Editor: Machmud Mubarok
net
ilustrasi tewas. 

Sampai akhirnya, sepulang sekolah, AG yang mengendarai motor matik dicegat oleh beberapa temannya. AG pun diduga dihajar hingga tewas.

"Cucu saya ejek-ejekan sama temennya. Lalu pulang sekolah dipepet oleh teman-temannya. Cucu saya katanya kemudian dihajar hingga meninggal dunia. Cucu saya ditemukan tergeletak sudah tak bernafas oleh warga yang melintas," tutur Pardi saat ditemui Kompas.com.

Menurut AG, cucunya itu tak memiliki riwayat penyakit membahayakan. Semasa hidup kesehatannya stabil. AG juga dikenal berkepribadian baik dan sopan.

Pihak keluarga pun berharap supaya polisi dapat mengusut tuntas kasus kematian AG. Selama ini AG tinggal bersama orangtuanya di Dusun Kepoh, Desa Karangharjo, Kecamatan Pulokulon, Grobogan.

"Cucu saya anak yang baik. Ayahnya bekerja buruh di Medan dan ibunya petani. Kami berharap polisi bisa menangkap pelakunya dan dihukum seadil-adilnya. Rencana langsung kami makamkan malam ini, " kata Pardi.

Jasad anak kedua putra pasangan Sutiyo dan Kiswati itupun kemudian dibawa ke Puskesmas Pulokulon untuk diperiksa.

Dari hasil pemeriksaan medis Puskesmas Pulokulon, ditemukan sejumlah luka pada bagian kepala dan dada AG.

Selepas diperiksa di Puskesmas Pulokulon, jasad korban kemudian dibawa ke RSUD dr Soedjati untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Iya ditemukan ada luka-luka memar, lebam pada pipi dan dada AG," terang Anik petugas medis Pulokulon.

Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Agus Supriyadi Siswanto, mengatakan, kasus kematian pelajar SMPN 4 Purwodadi itu masih didalami oleh tim Satreskrim Polres Grobogan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved