Breaking News:

Bersiap, Bandara Kertajati BIJB Akan Layani Rute Penerbangan ke Luar Negeri dan Umrah

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink menghentikan sementara operasionalnya di Bandara Kertajati

Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajadi Kabupaten Majalengka, Kamis (4/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink menghentikan sementara operasionalnya di Bandara Kertajati sejak awal Agustus 2019. Namun demikian, sembilan rute penerbangan dari dan ke Bandara Kertajati tetap dilayani Airasia dan Lion Air.

Airport Operation and Performance Group Head PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Agus Sugeng Widodo, mengatakan tidak mengetahui alasan dua maskapai tersebut menghentikan sementara operasional penerbangannya di Kertajati.

Agus mengatakan setelah dipindahkan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung, penerbangan dua maskapai tersebut masih normal dengan jumlah penumpang yang tidak jauh saat beroperasi di Bandung.

"Saya tidak tahu alasannya, itu keputusan perusahan tersebut sehingga kami tidak bisa campur tangan," kata Agus saat dihubungi, Senin (16/9)

Agus pun menampik jika penerbangan dua maskapai tersebut dikatakan sepi penumpang setelah dipindahkan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung.

"Kalau ditanya apakah karena sepi penumpang, tidak juga. Karena berdasarkan data yang kami punya, jumlah penumpang saat di Bandung dan di Kertajati tak jauh beda, di Kertajati tak lebih jelek, bahkan ada rute tertentu yang malah melebihi angka pas di Bandung," katanya.

Dua maskapai tersebut, katanya, bisa kembali lagi beroperasi di Kertajati suatu saat, karena tidak dapat kembali ke Bandara Husein Sastranegara. Hal ini disebabkan pesawat jenis jet tidak bisa dioperasikan lagi di Bandung, kecuali rute luar negeri.

Untuk menambah rute penerbangan di Bandara Kertajati, katanya, pihaknya tengah mempersiapkan penerbangan luar negeri yang selalu dikejar para wisatawan dan juga pebisnis, yakni tujuan Kuala Lumpur dan Singapura. Termasuk, katanya, penerbangan umrah ke Madinah.

"Hari ini kami rapat ke sana ke mari untuk menyelesaikan masalah penerbangan luar negeri itu. Memang tidak sesederhana dan semudah itu mengadakan rute umrah dan luar negeri, karena ini menyangkut orang banyak, regulasi aturannya sangat banyak, tapi kita proses saja," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved