HEADLINE - Anggota DPRD Kota Bandung Ditangkap Terbelit Kasus Alkes di RSUD dr Rasidin Padang

Seorang anggota DPRD Bandung, Jawa Barat, berinisial IH (59) ditahan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi

HEADLINE - Anggota DPRD Kota Bandung Ditangkap Terbelit Kasus Alkes di RSUD dr Rasidin Padang
tribunnews.com
Ilustrasi 

Dijelaskannya, saat penggeledahan, pihak kepolisian membawa surat mengenai pengadaan alkes pada tahun 2013. Herlin menjelaskan, bahwa pihak kepolisian datang ke rumah sakit tersebut dan memeriksa ruang arsip. "Ada arsip yang dibawa, dan arsip yang dibawa seperti SK," ujarnya.

Herlin mengatakan, pihak kepolisian datang menjalankan tugasnya. "Kami sebagai pihak rumah sakit, ya, mendampingi saja," tuturnya.

Laporan Masyarakat

Kasus alkes di RSUD dr Rasidin Padang berawal dari laporan masuk dari masyarakat pada Maret 2016. Laporan tersebut menyebutkan RSUD Rasidin Padang mendapat alokasi dana tugas pembantuan dekosentrasi APBN-TP 2013 sebesar Rp 10 miliar pada Februari 2013.

Kemudian Kementerian Kesehatan RI melalui Ditjen Bina Upaya Kesehatan (BUK) mengundang Satker RSUD untuk melakukan penelahaan Rencana Kegiatan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKA-KL) dengan melampirkan dokumen pembanding.

Setelah semuanya beres, keluar Surat Keputusan (SK) Wali Kota Padang tentang penunjukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD dr Rasidin. Setelah SK keluar, barulah dilakukan proses lelang oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Padang.

Pada proses lelang dilakukan evaluasi oleh panitia terhadap dokumen penawaran yang masuk dari empat peserta lelang. Sampai akhirnya ditetapkanlah oleh panitia sebagai pemenang lelang PT SMP, yang beralamat di Jakarta Timur, dengan nilai kontrak sebesar Rp 9 miliar, yang pelaksanaan kontraknya dimulai pada 1 Juli 2013 sampai serah terima barang pada November 2013. Sampai proses pelaksanaan pengadaan selesai, PT SMP telah menerima pembayaran 100 persen sesuai dalam kontrak.

"Karena ada laporan masuk, kami melakukan penyelidikan sampai akhirnya ditetapkan tersangka," kata Kasat Reskrim Polresta Padang, AKP Edryan Wiguna, yang dihubungi Kompas.com, Minggu (15/9).

Berdasarkan penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI diketahui kasus tersebut telah merugikan keuangan negara mencapai Rp 5 miliar. Tersangka dijerat dengan Pasal 3 Undang-undang 3 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (tribunpadang.com/kompas.com)

Belum Tentu Jadi Tersangka

Halaman
123
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved