Bau Belerang Gunung Tangkubanparahu Disebut Tercium Hingga Kota Cimahi, Dinkes Imbau Begini

Bau Belerang Gunung Tangkubanparahu Disebut Tercium Hingga Kota Cimahi, Dinkes Imbau Begini

Istimewa
Abu letusan Gunung Tangkubanparahu setinggi 200 meter terlihat dari tempat parkir TWA Tangkubanparahu, Jumat (26/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, CIMAHI - Dinas Kesehatan Kota Cimahi menyebutkan bau belerang dari Gunung Tangkubanparahu yang tercium hingga Kota Cimahi bisa berbahaya bagi kesehatan.

Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi Chanifah Listyarini, belerang yang berasal dari gunung biasanya mengandung S02 atau sulfur vulkano yang berbahaya bagi pernafasan.

"Bisa juga mengiritasi mata, lebih sensitif lagi berbahaya juga untuk ibu hamil, seperti bisa asma dan sesak nafas," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (12/9/2019).

Atas hal tersebut, pihaknya mengimbau apabila bau belerang tercium lagi, masyarakat harus menggunakan masker atau alat pelindung lainnya, karena hal itu cara yang paling mudah untuk meminimalisir penyakit yang mungkin timbul dari belerang tersebut.

Ratusan Warga dan Pedagang Gelar Doa Bersama di Pintu Masuk Gunung Tangkuban Perahu

"Jadi antisipasinya kita harus menggunakan masker yang paling mudah. Kalau kejadian kemarin warga mencium bau belerang belum ada laporan yang terkena akibat bau belerang," katanya.

Warga Pondok Mutiara, Kelurahan Cibabat, Kota Cimahi, Tresna (35) ia mencium bau belerang yang diduga dari Gunung Tangkubanparahu, pada Rabu (11/9/2019) tepat pada pukul 18.00 WIB.

"Kemarin, saya mencium bau belerang yang pasti dari Gunung Tangkubanparahu karena saya lihat di sosial media juga banyak warga yang merasakan," ujarnya.

Kim Kardashian Positif Idap Lupus,Ini Gejala-gejala Lupus yang Sering Dihiraukan & Cara Mengobatinya

VIDEO: Mantan Presiden Timor Leste Memeluk & Mencium BJ Habibie Saat Terbaring Lemah Karena Sakit

Meski ia mencium bau belerang, tetapi ia mengaku tidak khawatir akan menganggu kesehatan karena durasi waktunya tidak lama, terlebih lokasinya cukup jauh dari Gunung Tangkubanparahu.

"Sejak erupsi beberapa bulan yang lalu tidak sempat tercium bau belerang, tapi kalau kemarin mungkin hanya terbawa angin saja," kata dia.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved