4 Kasus Penyelundupan Lobster Selama 2019, Ditpolairud Jabar Selamatkan Uang Negara Rp 36,4 Miliar

Hingga September 2019, Jajaran Ditpolairud Polda Jawa Barat berhasil mengungkap empat kasus penyelundupan baby lobster

4 Kasus Penyelundupan Lobster Selama 2019, Ditpolairud Jabar Selamatkan Uang Negara Rp 36,4 Miliar
Istimewa
Petugas Ditpolairud Polda Jabar dan Satpolair Polres Sukabumi saat memeriksa baby lobster yang diamankan dari kawasan Sukabumi, Jumat (23/8/2019) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Hingga September 2019, Jajaran Ditpolairud Polda Jawa Barat berhasil mengungkap empat kasus penyelundupan baby lobster atau benur.

Dari empat kasus itu, petugas berhasil menyelamatkan kerugian negara senilai puluhan miliar rupiah.

Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jabar, AKBP Budi Susarwo, mengatakan, total kerugian negara yang diselamatkan jajarannya tepatnya mencapai Rp 36,4 miliar.

Jumlah tersebut merupakan harga jual dari 145.507 ekor baby lobster yang berhasil disita dari para tersangka.

"Terdiri dari 142.678 ekor baby lobster pasir dan 2.739 ekor baby lobster mutiara," ujar Budi Susarwo saat ditemui di Mako Ditpolairud Polda Jabar, Jl Kapten Samadikun, Kota Cirebon, Kamis (12/9/2019).

Ia mengatakan, harga baby lobster pasir di pasar gelap mencapai Rp 250 ribu per ekor.

Sementara baby lobster mutiara di pasar gelap harganya mencapai Rp 300 ribu per ekornya.

Jika dihitung secara keseluruhan, maka kerugian negara yang berhasil diselamatkan dari empat kasus penyelundupan benur itu mencapai Rp 36.405.700.000.

"Seluruh baby lobster yang disita telah dilepasliarkan kembali, dalam hal ini kami bekerja sama dengan instansi terkait," kata Budi Susarwo.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved