Speed Gun & Pembatasan Operasional Kendaraan Berat Perlu Diterapkan di Tol Cipularang

Speed Gun & Pembatasan Operasional Kendaraan Berat Perlu Diterapkan di Tol Cipularang

Speed Gun & Pembatasan Operasional Kendaraan Berat Perlu Diterapkan di Tol Cipularang
Tribun Jabar/Ery Chandra
Sebuah kendaraan truk kontainer terguling dalam kecelakaan beruntun di Tol Cipularang, Senin (2/9/2019) 

Lapran Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna 

TRIBUNCIREBON.COM,BANDUNG-Aturan pembatasan kecepatan kendaraan di Tol Cipularang harus diberlakukan sebagai antisipasi kecelakaan yang kerap terjadi.

Pekan ini, terjadi kecelakaan beruntun, pun demikian dengan pekan lalu hal sama terjadi. Bahkan menewaskan delapan orang.

"Rekomendasi kami perlu ada speed gun, penangkap kecepatan kendaraan," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar Kompol efos Satria Wisnu Wardhana saat dihubungi via ponselnya, Rabu (11/9).

Ia mengatakan, Tol Cipularang arah Jakarta banyak turunan curam. Terutama di muladari KM 100 hingga KM 80. Dua kecelakaan dalam dua pekan terakhir terjadi di KM 92.

"Disitu jalurnya landai dan menurun. Kalau nyetir disana enggak kerasa kalau nambah kecepatan," ujarnya. Di ruas jalan itu, memang terdapat rambu-rambu pengingat supaya mengatur jalu kecepatan.

Polisi memiliki alat pengukur kecepatan di jalan tol. Hanya saja, alatnya masih manual alias harus diooperatori oleh petugas lalu lintas.

"Masih manual, enggak mungkin 24 jam terus dioperatori anggota kami," katanya.

Selain itu, ia juga menyinggung soal pembatasan operasional kendaraan berat melintasi Tol Cipularang.

‎Terutama, kendaraan berat yang melebihi kapasitas muatan.

"Enggak ada jam operasional muatan. Pengawasannya sulit, kami tidak bisa tongkrongin 24 jam di tol, harus ada sistem aturan. Kami rekomendasikan jam operasional," ujar Efos.

Meski begitu, pemberlakuan jam operasional kendaraan berat melintas di Tol Cipularang perlu kajian mendalam. Khususnya soal saat momen seperti apa pemberlakuan jam operasional.

"Mana jam pada mana yang risiko dilalui. Karus ada kajian. Cuma kalau ad ajam operasional, bisa lebih jelas kapan mau menimbang muatan," katanya. (men)

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved