Kaum Ibu di Indramayu Dituntut Piawai Olah Produk Berbahan Dasar Ikan

Sebagaimana diketahui, kebutuhan ikan di Jawa Barat sebanyak 40 persennya dipasok dari Kabupaten Indramayu.

Kaum Ibu di Indramayu Dituntut Piawai Olah Produk Berbahan Dasar Ikan
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Kaum ibu saat mengikuti sosialisasi pemenuhan gizi masyarakat melalui peningkatan konsumsi olahan ikan di Hotel Trisula Indramayu, Rabu (11/9/2019) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sebagai daerah penghasil ikan terbesar di Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Indramayu akan fokus membina masyarakat untuk mengelola ikan menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi.

Sebagaimana diketahui, kebutuhan ikan di Jawa Barat sebanyak 40 persennya dipasok dari Kabupaten Indramayu.

Bupati Indramayu, Supendi mengatakan, masyarakat Indramayu harus pandai dan piawai dalam memproduksi produk berbahan dasar ikan.

Untuk mempersiapkan itu, pihaknya melalui Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Indramayu mengandeng Kementerian Perindustrian RI menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan bagi para ibu rumah tangga dalam mengolah ikan-ikan menjadi lebih disukai masyarakat luas.

"Komoditas ikan di Indramayu selain dalam bentuk mentah yang telah merajai pasaran, juga harus ada alternatif lain agar ikan mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi," ucap ujarnya saat sosialisasi pemenuhan gizi masyarakat melalui peningkatan konsumsi olahan ikan di Hotel Trisula Indramayu, Rabu (11/9/2019).

Dirinya menyampaikan, nantinya masyarakat akan dilatih untuk membuat berbagai produk olahan ikan, seperti nugget, sosis, dan aneka olahan lainnya.

Selain untuk meningkatkan nilai jual, berbagai produk olahan ikan itu juga merupakan langkah mengkampanyekan komsumsi ikan, terutama kepada anak-anak.

Jika konsumsi ikan tinggi maka akan sejalan dengan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indramayu.

"Kita berharap ini dapat mencegah stunting di masyarakat Indramayu, dari kepandaian kita dalam mengolah ikan diharapkan minat makan ikan tinggi pada akhirnya pemenuhan gizi masyarakat bisa dicapai," ujar Supendi.

Sementara itu Direktur Industri Makanan Hasil Laut dan Perikanan pada Kementerian Perindustrian RI, Enny Ratnaningtyas mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya untuk mendukung Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dan upaya untuk menekan laju stunting di Kabupaten Indramayu.

Adapun lokasi yang menjadi lokus kegiatan ini adalah kaum ibu di Desa Ilir dan Desa Eretan Wetan Kecamatan Kandanghaur.

"Kita ingin agar daerah yang masih ada anak stunting dapat meningkatkan pemenuhan gizi bagi masyarakatnya. Mudah-mudahan ini bisa menekan laju stunting di Indramayu," katanya.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved