900 Personel Gabungan Diturunkan Untuk Amankan Pemilihan Kuwu Serentak Cirebon 27 Oktober Mendatang

900 Personel Gabungan Diturunkan Untuk Amankan Pilwu Serentak Cirebon 27 Oktober Mendatang

900 Personel Gabungan Diturunkan Untuk Amankan Pemilihan Kuwu Serentak Cirebon 27 Oktober Mendatang
Tribuncirebon.com/Siti Masithoh
Rapat teknis pelaksanaan Pilwu Serentak di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Cirebon 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kepolisian Resor (Polres) Cirebon, melakukan sejumlah antisipasi menjelang pemilihan kuwu serentak di Kabupaten Cirebon yang akan dilaksanakan pada 27 Oktober mendatang.

Kapolres Cirebon, AKBP Suhermanto, mengatakan, untuk persiapan menjelang Pilwu serentak, kepolisian telah melakukan mapping ke seluruh desa di Kabupaten Cirebon untuk mengetahui potensi konflik.

"Sejumlah desa memiliki potensi kerawanan dan kejahatan pada pemilihan kepala desa serentak‎," kata Suhermanto saat ditemui di Mapolres Cirebon, Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Rabu (11/9/2019).

Anggota TNI, Polri, dan PNS Bisa Calonkan Diri Jadi Kuwu di Kabupaten Cirebon, Begini Persyaratannya

Shandy Aulia Murka Diminta Buka Baju Saat Tengah Hamil, Berani Ekspos Sosok Pelakunya

Beberapa modus kejahatan pada masa Pilwu serentak, di antaranya, politik uang (money politics), konflik sosial yang melibatkan kelompok, dan kampanye hitam.

Untuk upaya pengamanan pilwu serentak,‎ Polres Cirebon menerjunkan 900 personel gabungan, dari unsur TNI dan Satpol PP Kabupaten Cirebon.

"Fokus pengamanan kami di 150 desa, karena 27 desa masuk wilayah hukum Polres Cirebon Kota," katanya.

Suhermanto pun mengatakan, kepada seluruh calon kuwu di Kabupaten Cirebon, untuk menjalankan proses tersebut dengan prosedur yang berlaku dan jangan sampai menciptakan konflik.

VIDEO VIRAL Seorang Siswa Bawa Celurit ke Sekolah Minta HP-nya, Lalu Pulang Setelah Dikasih

Pimpin Apel Perdana, Bupati dan Wakilnya Ini Diserbu Ribuan ASN Meminta Cium Hidung

Selain itu, kata Suhermanto, seluruh calon kuwu untuk tidak menggunakan identitas agama lalu menjatuhkan golongan lain, sebagai cara menarik simpati para pemilih.

"Apalagi sampai menggunakan tempat ibadah menjadi tempat kampanye, kami minta jangan," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved