Meninggalnya Fatir Ahmad Bocah Korban Bully, Tetangga Kontrakan Sebut Fatir Sakit Infeksi Tetanus
Bocah berusia enam tahun berinsial FA, belakangan viral di media sosial setelah meninggal dunia diduga karena dibully oleh teman
TRIBUNCIREBON.COM - Bocah berusia enam tahun berinsial FA, belakangan viral di media sosial setelah meninggal dunia diduga karena dibully oleh teman sepermainannya.
Kejadian ini diketahui terjadi saat korban tinggal disebuah rumah kontrakan di Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.
TribunJakarta.com mencoba mendatangi rumah kontrakan korban, kondisinya saat ini telah kosong.
Kedua orangtua FA memilih pindah ke kampung halaman di Majalengka, Jawa Barat setelah kepergian putra semata wayangnya.
"Udah dari Jumat kemarin, (30/8) pas anaknya meninggal dunia udah enggak kesini lagi, sampai sekarang denger kabarkan di kampung di Majalengka," kata Rahmat ketua RT setempat.

Sementara itu, Sugeng pemilik kontrakan mengatakan, keluarga FA baru tinggal di rumah kontrakan sekitar dua bulan.
Saat ini kondisi rumah kontrakan telah kosong, barang-barang perabotan isi rumah pun telah diangkut.
"Tadi sore (9/9/2019), ada yang ke sini, bilang dari temannya ngangkutin barang, sekarang udah kosong enggak ada apa-apa," ungkap Sugeng.
Ketika ditanya soal peristiwa bully diduga terjadi di lingkungan tempat tinggalnya Sugeng mengaku tidak tahu menahu.
Sedangkan yang dia ketahui, FA terkahir memang sempat mengalami sakit hingga akhirnya meninggal dunia saat dirawat di RS Polri Kramat Jati.
"Saya enggak tahu, tahunya ya karena sakit aja dirawat, enggak tahu masalah berantem atau apanya," jelasnya.
Ketua RT setempat mengungkapkan, bocah berusia enam tahun itu diketahui menderita sakit infeksi pada bagian tenggorokan.
Hal ini dia ketahui dari tetangga deket kediaman korban semasa tinggal di Kota Bekasi.
"Denger cerita meninggalnya dia itu sakit, sakit itu ada kayak semacem infeksi tetanus di bagian leher, itu pun warga sekitar jenguk pas dia meninggal dunia tahu cerita dari yang jenguk aja," kata Rahmat.
Sementara itu, Suparno warga yang tinggal bersebelahan dengan kontrakan korban mengatakan, Ahmad Fatir sebelum meninggal dunia sempat dirawat di RS Polri Kramat Jati Jakarta.
Sepengetahuannya sebelum dirawat, bocah berusia enam tahun itu diurut oleh orangtuanya.
"Itu saya tahunya dia sakit diurut 2 kali di sini (dikontrakan) manggil tukang urut, saya tahunya itu doang. Nah kata tetangga sini pas abis diurut itu anaknya sempet kejang-kejang terus baru dibawa ke RS Polri Kramat Hati," jelas dia.
Suparno mengaku sempat berbincang dengan ayah tiri FA yang menyebutkan, bocah berusia enam tahun itu menderita sakit tetanus hingga membuatnya kritis detik-detik sebelum dibawa ke rumah sakit.
"Itu saya sempet nanya ke suaminya (ayah tiri korban, suami sambung dari ibu korban), saya nanya katanya sakit infeksi di tenggorokan tetanus langsung ke saraf, saraf kejepit, dibawa ke rumah sakit itu badannya udah kaku," jelas dia.

Suparno merupakan ayah bocah berinisial IB (8), teman sepermainan FA semasa tinggal di Kota Bekasi, namanya sempat disebut FA dalam unggahan viral di media sosial sebagai pelaku bully.
Menanggapi hal itu, Suparno mengaku tidak tahu sama sekali, mengapa anaknya bisa disebut dan dituduh melakukan perbuatan bully.
Padahal kata dia, selama ini anaknya bergaul dengan anak-anak seusianya dan tidak pernah bertingkah aneh hingga melukai orang lain.
"Main ya sama siapa aja, karena anak saya rumahnya deket kalau abis magrib juga banyak anak-anak sini pada ngaji di rumah saya," kata Suparno.
Kabar viral ini tentu membuatnya terusik dan tidak kuat melihat komentar-komentar hujatan kepada dia dan putranya. Suparno juga pasrah jika kasus ini harus dibawa ke ranah polisi, hal ini justru diharapkan bisa menjawab tuduhan yang disebutnya tak mendasar setelah tersebar di media sosial.
"Pasrah serahin sama Allah, kalau mau dilaporin polisi, kalau (korban) buat laporan kan nanti bisa divisum, diotopsi, jadi yang salah siapa bisa ketahuan," kata Suparno.
Diberitakan sebelumnya, sebuah video seorang bocah sedang merintih kesakitan viral di media sosial.
Dalam video tersebut bocah laki-laki tersebut tampak berbaring dan menangis.
Sementara itu, selang infus tampak terpasang di tubuh bocah itu.
Bocah tersebut juga menyebut, ia sakit karena ulah seseorang.
"Iqbal ditangkap polisi ya ma, Iqbal yang bikin kaya gini," ujar bocah tersebut sembari merintih kesakitan.
Video viral bocah merintih kesakitan salah satunya diunggah di akun Instagram @yuni_rusmini.
Akun tersebut menulis di kolom caption, bocah merintih kesakitan itu berinisial FA.
FA disebut menjadi korban bully.
"Dia dibully sama teman sepermainan nya yg lebih tua umurnya,dia di tendang dipukul," tulis @yuni_rusmini, dikutip TribunJabar.id, Minggu (8/9/2019).
Lebih lanjut akun itu menulis, aksi perundungannya terjadi di daerah Bekasi.
Korban disebut sempat dirawat di rumah sakit.
Namun takdir berkata lain.
Bocah yang disebut-sebut di-bully itu meninggal dunia.
"Korban di makamkan di kampung halamannya di daerah majalengka," tulis @yuni_rusmini.
Sejumlah warganet langsung menuliskan komentar duka.
Banyak di antara mereka yang menyesalkan perbuatan bully tersebut.
"Ya Alloh ga tega liatnya. Kalau sudah seperti ini mau nyalahin siapa?!" tulis @_djun.
"Saran sih, gimana kalau harus ada penjara anak ?? Buat yang di bawah umur, mungkin rasanya aneh tapi dulu ada namanya prayuana dimana anak nakalnya sampai over di didik di sosialisasi berbulan bulan bertahun tahun," tulis @w.rahmad.
"Ya allah," tulis @iamradifmaricar23.
"Surga tempatmu dek," tulis @muhammadsafrizal30.
"Pengin tau nama nya Iqbal anak b*********.wajahnya kayak apa.....harus dihukum mati wes ga usah peduli mau dibawah umur atau dibawah kolong jembatan....," tulis @yudiantoro1020.
Hingga berita ini ditulis, wartawan TribunJakarta.com, masih berusaha mencari informasi dan konfirmasi kepada pihak terkait. (*)