HEADLINE - Bupati Cianjur Non Aktif Irvan Rivano Divonis 5 Tahun Kasus Korupsi

Bupati Cianjur non aktif Irvan Rivano Muchtar hanya tersenyum kecut saat majelis hakim menyatakannya bersalah pada sidang kasus korupsi

HEADLINE - Bupati Cianjur Non Aktif Irvan Rivano Divonis 5 Tahun Kasus Korupsi
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Irvan Rivano berpelukan dengan seorang kuasa hukumnya seusai pembacaan putusan terhadap dirinya di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (09/9/2019). 

TRIBUNCIREBON.COM - Bupati Cianjur non aktif Irvan Rivano Muchtar hanya tersenyum kecut saat majelis hakim menyatakannya bersalah pada sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (9/9/2019). Nada suaranya datar saat Hakim Ketua Daryanto memberinya kesempatan untuk menanggapi vonis.

"Saya mohon waktu untuk pikir-pikir, Pak Hakim. Saya mohon waktu," kata Irvan pelan.

Majelis hakim menilai, Irvan terbukti melakukan tindak pidana korupsi pemotongan dana alokasi khusus untuk pembangunan fisik SMP di Kabupaten Cianjur. Irvan dinilai sah dan menyakinkan telah melanggar tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf f Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama lima tahun, dengan denda Rp 250 juta, yang bila tidak dibayar diganti kurungan selama tiga bulan,"kata Daryanto dalam amar putusannya.

Vonis ini lebih ringan tiga tahun dari tuntutan yang diberikan penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi. Sebelumnya, jaksa KPK, Ali Fikri, menuntut Irvan dijatuhi vonis delapan tahun penjara dan denda Rp 900 juta. Jaksa juga meminta majelis hakim menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun setelah Irvan menjalani pidana.

Majelis hakim mengatakan, sikap terdakwa yang sopan selama persidangan menjadi pertimbangan yang meringankan hukuman. Selain itu, terdakwa juga memiliki tanggungan keluarga yaitu istri dan anak yang masih sekolah, terdakwa tidak menikmati hasil kejahatannya, dan terdakwa masih muda sehingga masih bisa memperbaiki perbuatannya.

Terdakwa juga dinilai berhasil menajalankan roda pemerintahan sebagai Bupati Cianjur. Namun, sikap terdakwa yang tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi dan tidak merasa bersalah menjadi dua hal yang memberatkan.

Tak banyak yang dikatakan Irvan saat ditemui seusai persidangan. Segera setelah Daryanto menutup sidang, Irvan langsung berdiri, menyalami majelis hakim dan jaksa, lalu memeluk kuasa hukumnya.

"Ke kuasa hukum saja, saya mau salat," ujarnya seraya meninggalkan kerumunan wartawan yang menanyainya. Ia keluar ruang sidang sambil tersenyum.

Kasus yang menjerat Irvan  bermula saat pemerintah menganggarkan DAK fisik SMP 2018 Rp 48,8 miliar untuk Kabupaten Cianjur. Dana tersebut sepenuhnya, seharusnya dipergunakan untuk pembangunan ruang kelas baru, laboratorium, perpustakaan, rehab ruang belajar, dan penunjang lainnya pada 137 SMP di Cianjur. Namun, Irvan bersama terdakwa lainnya, Kadisdik Cecep Sobandi, Kabid SMP Rosidin, dan  kakak ipar Irvan, TB Cepy Septyady, memotong dana tersebut. KPK menduga Irvan menerima 14,5 persen dari total Rp 46,8 miliar DAK tersebut.

Alfies Sihombing, kuasa hukum Irvan, mengatakan menghargai keputusan majelis hakim terhadap kliennya.

"Selaku penasehat hukum, kami tetap maksimal membela klien kami, tetap harus bisa bebas. Tapi kenyataannya, mejelis hakim berpendapat lain. Kami hargai. Pertimbangan majelis kakim terhadap klien kami ialah bahwa tidak ada kerugian negara yang ditimbulkan oleh klien kami, tidak ada juga pencabutan hak politik," kata Alfies.

Ia mengatakan, tidak adanya keharusan kiliennya membayar uang pengganti karena kliennya memang tidak menggunakan uang tersebut.

"Ini hanyalah suatu kebijakan seorang Bupati dalam menjalankan pemerintahannya. Itu berdasarkan hasil pertimbangan majelis hakim tadi," katanya.

Alfies mengatakan, masih akan menunggu selama sepekan untuk menyikapi keputusan ini. Sikap serupa juga dinyatakan jaksa KPK. (*)

Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved