Ribuan Produk Kosmetik Kedaluwarsa Disita dari Ruko di Ciparay, Penjualan Sampai ke Sumatra

Pihak Polda Jabar masih melakukan pengembangan terkait dari mana tersangka memperoleh barang kosmetik tersebut.

Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Dir Reskrimsus Polda Jabar Kombes Pol Samudi merilis ribuan kosmetik asli yang masa kedaluwarsanya diganti dan kemudian kembali di pasarkan, Senin (09/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun, Daniel Andrean Damanik

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Ribuan produk kosmetik, alat kosmetik, dan beberapa makanan kedaluwarsa berhasil diamankan oleh  Unit III Subdit I Ditreskrimsus Polda Jabar dari produsen ilegal di wilayah Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Selasa (2/9/2019).

Ribuan produk tersebut didistribusikan pelaku, selain secara eceran di sebuah ruko di Jalan Raya Pacet Nomor 161, Ciparay, Kabupaten Bandung tetapi juga secara grosir ke beberapa wilayah, seperti Surabaya hingga Sumatera.

"Seorang tersangka inisial P (37) alias H bersama empat orang karyawannya berhasil kami tangkap saat sedang menghapus, mengganti, menggunting tanggal kedaluwarsa bahan kosmetik, tertangkap tangan. Namun, keempat karyawannya berstatus saksi saja," kata Dir Reskrimsus Polda Jabar Kombes Pol Samudi, di Mapolda Jabar, Senin (09/9/2019).

Tersangka memproduksi dan memperdagangkan barang tersebut di beberapa wilayah bahkan sampai ke Sumatera dan Surabaya. Pihak Polda Jabar masih melakukan pengembangan terkait dari mana tersangka memperoleh barang kosmetik tersebut.

Selain dijual secara borongan ke Medan, tersangka juga menjual barang tersebut secara eceran di rukonya di Jl Raya Pacet No 161, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Semua barang kosmetik tersebut adalah asli namun, masa kedaluwarsanya yang diganti.

Masa kedaluwarsa tersebut terlebih dahulu dihapus menggunakan tiner, digosok, digunting dan stiker baru telah disediakan, dan menempel exp lama dengan exp yang baru.

Selain dijual secara satuan, tersangka juga menjual barang kosmetik tersebut secara paketan dengan harga murah. Tersangka telah beraksi menjual barang kedaluwarsa sejak tahun 2017 dan keempat karyawan tersebut digaji olehnya senilai Rp 2.000.000 hingga Rp 3.000.000 per bulannya.

"Tersangka bisa meraup keuntungan hingga Rp 5 juta hingga Rp 10 juta perminggunya. Dalam satu hari, tersangka dan karyawannya bisa mengganti label kedaluwarsa sebanyak 1.000 hingga 2.000 keping kosmetik," kata Kombes Pol Samudi.

Barang bukti yang disita dari dua tempat usaha dari tersangka ialah sebanyak seratus ribu hingga dua ratus ribu barang kosmetik yang masa kedaluwarsanya dihapus serta diganti.

Akibat perbuatannya, Polisi menyangkakan pasal 62 ayat 1 Jo. pasal 8 ayat 1 huruf d, e, f , dan g dan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved