Breaking News:

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Dilaporkan ke Polisi, Ternyata Hal Ini Penyebabnya

Bupati Bandung Barat Aa Umbara meminta agar pelapor atas nama Sriwedari Darmayanti (39) untuk datang menemuinya

Editor: Machmud Mubarok
Kolase Tribun Jabar
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dilaporkan ke Polrestabes Bandung soal dugaan penipuan. 

Laporan Wartawan Tribun, Haryanto

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG -

Beredar sebuah surat laporan polisi dari Polrestabes Bandung, bahwa Bupati Bandung Barat, Aa Umbara dilaporkan ke polisi atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan uang dengan modus cek kosong.

Dalam surat itu tertulis Aa Umbara dilaporkan ke Polrestabes Bandung pada 26 Agustus 2019 lalu dan diterima dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan nomor STPL/1978/VIII/2019/JBR/POLRESTABES.

Dijelaskan isi dalam surat tersebut, awalnya Aa Umbara meminjam uang ke pelapor atas nama Sriwedari Darmayanti (39) warga Jalan Palaosan E-11 nomor 8 Cibaduyut Permai RT 1/2, Kelurahan Cibaduyut Kidul, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung.

Dalam laporan polisi itu juga dijelaskan, kasus tersebut berawal saat Umbara meminjam uang sebesar Rp 250 juta kepada pelapor pada 2013 lalu untuk keperluan pribadi dan berjanji akan mengembalikan dalam waktu satu bulan.

Namun dalam pembayarannya, Aa Umbara baru membayar sebanyak Rp 200 juta, sedangkan untuk sisanya dia memberikan cek sebesar Rp 20 juta dan untuk sisa uang Rp 30 juta akan dibayar secara cash.

Lalu saat pelapor akan mencairkan cek sebesar Rp 20 juta itu, saldonya tidak mencukupi untuk dicairkan. Sehingga atas kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian Rp 50 juta dan langsung melaporkan ke Polrestabes Bandung.

Surat laporan ke polisi yang mengadukan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna perihal dugaan penipuan.
Surat laporan ke polisi yang mengadukan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna perihal dugaan penipuan. (Istimewa)

Saat dikonfirmasi, Aa Umbara malah mengaku lupa atas peminjaman uang sebesar Rp 250 tersebut, bahkan sampai saat ini ia juga mengaku belum kenal dengan pelapor yang bernama Sriwedari Darmayanti itu.

"Saya masih mikir dulu, itu katanya kejadian tahun 2013. Kita tunggu perkembangan saja karena sampai saat ini belum ada konfirmasi apa-apa kepada saya," ujarnya saat ditemui di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Jumat (6/9/2019).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved