Janda Miskin dengan 6 Anak Tinggal di Gubuk Reyot Nyaris Roboh, Didatangi TNI, Apa yang Terjadi?
Raut wajah Paulina Orde (46) terlihat sedikit tegang, kala didatangi sejumlah anggota TNI dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas)
Hendra menyebut, selama penugasan, pihaknya sudah membangun 12 unit rumah di sepanjang perbatasan RI-Timor Leste, khususnya sektor barat.
"Program kami ini, membantu bedah rumah warga yang kondisinya kurang layak huni, dengan tujuan kami bertugas di sini untuk mencari kerabat dan keluarga," ujar Hendra, yang disambut tepuk tangan warga.
Peresmian rumah di Oepoli ini, lanjut dia, adalah penutup untuk program bedah rumah.
"Semoga apa yang telah kita tanam akan membuat masyarakat di perbatasan lebih sejahtera. Saya pribadi sangat senang dan bangga kepada seluruh anggota di jajaran, karena berhasil melaksanakan program bedah rumah sesuai apa yang diharapkan bapak Pangdam IX Udayana, untuk Satgas kami agar terus melakukan yang terbaik sampai akhir penugasan," tutur dia.
Hendra berharap, bantuan bedah rumah ini bisa bermanfaat dan dan berkah. Bukan hanya bedah rumah, kata Hendra, pihaknya juga membagikan sembako buat warga lainnya di wilayah Oepoli.
"Kami berharap, progam ini ke depannya tetap berlanjut, karena program ini sangat bagus sebagai sarana komunikasi, koordinasi dan kerjasama, serta sarana interaksi masyarakat dengan TNI khususnya di pos perbatasan," pungkas dia. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Ibu 6 Anak Penghuni Gubuk Reot, Saat Dibantu TNI Perbatasan RI-Timor Leste", https://regional.kompas.com/read/2019/09/06/13355981/kisah-ibu-6-anak-penghuni-gubuk-reot-saat-dibantu-tni-perbatasan-ri-timor?page=all.
Penulis : Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Editor : Robertus Belarminus