Janda Miskin dengan 6 Anak Tinggal di Gubuk Reyot Nyaris Roboh, Didatangi TNI, Apa yang Terjadi?
Raut wajah Paulina Orde (46) terlihat sedikit tegang, kala didatangi sejumlah anggota TNI dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas)
Paulina yang mengenakan baju blus berwarna cokelat muda dan kain sarung kuning muda bergaris hitam tanpa mengenakan sandal, mulai tersenyum dan menjawab semua pertanyaan Serka Made soal kondisi kehidupannya yang memprihatinkan.
"Tempat tidur hanya satu, jadi saat tidur saya dengan dua anak yang masih kecil di tempat tidur. Sedangkan anak saya yang lain, tidur di tanah," ungkap Paulina lirih.
• Bruno Matos Mengamuk, Tantang CEO Persija Jakarta Bertemu Secara Tatap Muka: Bayar Gaji Saya!
• WOW Bocah Indramayu Ini Masuk Garuda Select dan Akan Berlatih di Inggris Selama 9 Bulan
Setelah melihat situasi rumah dan berbicara dengan Paulina, Serka Made bersama sejumlah rekannya kemudian berpamitan pulang dan melaporkan ke pimpinan mereka.
Rumah jadi layak setelah dibedah
Selang beberapa hari kemudian, bantuan itu pun datang. Sesuai petunjuk dari Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara Sektor Barat Mayor Infanteri Hendra Saputra, bedah rumah milik Paulina dilaksanakan dan selesai dengan waktu kurang lebih dua minggu.
Sekarang, Paulina bersama anak-anaknya dapat tinggal dengan nyaman di rumah mereka sendiri yang berukuran 5x6 meter yang sudah jauh lebih baik dari bangunan sebelumnya.
Paulina pun tak bisa menyembunyikan kebahagiaan di hatinya. Dia pun sangat berterima kasih kepada anggota Satgas Pamtas, terutama di jajaran Oepoli, karena telah mengubah hidup mereka dengan dibangunnya rumah yang layak huni.
"Terima kasih banyak kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu membangun rumah saya. Hanya ini yang bisa saya sampaikan," kata Paulina terharu, di hadapan anggota TNI dan masyarakat Oepoli, usai acara penyerahan rumah, Sabtu (31/8/2019) pekan lalu.

Selain Paulina, ucapan terima kasih lainnya juga disampaikan pejabat pemerintah desa setempat, yang diwakili oleh Ketua RT 002, Desa Netemnanu Utara, Fermindus Nanis.
"Saya mewakili pemerintah Desa Netemnanu Utara, menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada Komandan Batalyon Mekanis 741/Garuda Nusantara Sektor Barat beserta jajarannya yang telah membantu masyarakat saya," kata Fermindus.
Fermindus pun mendoakan anggota TNI, agar selalu dilindungi Tuhan dalam menjalankan tugas di mana saja.
Menurut Fermindus, bantuan yang telah diberikan TNI kepada warganya, telah meringankan beban masyarakat miskin di wilayahnya.
Dia berharap, program TNI yang bermanfaat seperti ini, bisa terus dilakukan.
"Apa yang telah dilakukan TNI ini sangat positif dan bermanfaat bagi warga yang tinggal di batas antara Indonesia-Timor Leste," ujar dia.
Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN Sektor Barat Mayor Infanteri Hendra Saputra, mengatakan, bedah rumah ini adalah salah satu program dari Yonif Mekanis 741/GN, dalam membantu warga yang kondisi rumahnya kurang layak huni.