Sampah Masih Jadi Momok Pemkab Cirebon, Pembangunan TPA pun Tak Kunjung Rampung

Pemerintah Kabupaten Cirebon, mengaku kesulitan menangani permasalahan sampah, lantaran hingga saat ini di Kabupaten Cirebon

Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Warga melihat Pemandangan tidak elok terlihat di Sungai Cipager yang berada di Blok Babadan, Desa Battembat, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, karena aliran sungai tersebut tertutupi sampah plastik. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon, mengaku kesulitan menangani permasalahan sampah, lantaran hingga saat ini di Kabupaten Cirebon pembangunan tempat penampungan akhir (TPA) tak kunjung rampung.

Plt Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengatakan, setiap orang di Kabupaten Cirebon rata-rata menghasilkan 1,2 liter sampah dan jumlah penduduk sebanyak 2,1 juta jiwa, ini artinya produksi sampah sebanyak 2,4 ton.

"Yang bisa kami tangani hanya sebanyak 61 persen saja," kata Imron di Komplek Perkantoran Pemkab Cirebon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (5/9/2019).

Imron mengatakan, hasil dari rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), permasalahan penanganan sampah menjadi fokus perhatian pemerintah, salah satunya membangun TPA di Kecamatan Pasaleman.

"Ada waktu sampai 2024 untuk menyelesaikan permasalahan sampah. Semua SKPD harus fokus agar permasalahan sampah dapat teratasi," katanya.

Pemkab Cirebon akan segera membuat tempat pembuangan akhir (TPA) milik Pemda di Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, dalam waktu dekat ini. Luas lahan yang disediakan yakni 5,5 hektare dengan anggaran Rp 6 miliar.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan, Permukiman, dan Pertamanan (DPKPP) Kabupaten Cirebon, Sukma Nugraha, menjelaskan bahwa lokasi tersebut jauh dari pemukiman warga dan dapat menampung sampah yang ada di Kabupaten Cirebon, khususnya wilayah timur.

‎"Lokasi tersebut sudah ditetapkan dan ditandatangani oleh Bupati. Semoga bisa direalisasikan tahun ini juga. Di sana bisa menampung sampah di wilayah timur. Untuk wilayah tengah dan barat akan kami usulkan lagi," kata Sukma.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, Mustofa menuturkan, permasalahan sampah hingga penolakan warga untuk lokasi TPA di Pasaleman, dikarenakan pemerintah tidak serius menangani permasalahan sampah.

Mustofa menambahkan, pemerintah pun dianggap kurang melakukan sosialisasi ke masyarakat atau instansi terkait. Maka dari itu, pemerintah harus segera mungkin selesaikan agar tidak menjadi polemik berkepanjangan.

"Kami meminta, 2020 ini permasalahan sampah harus selesai, terutama terkait TPAS," katanya.‎ (*)

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved