Kemenag Majalengka Diapresiasi Kemenag Pusat dan Minta Kemenag Lainnya Mengikuti, Terkait Apa Ya?

Panutan itu terkait sistem teknis yang diterapkan Kemenag Majalengka dalam mengatur pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji.

Kemenag Majalengka Diapresiasi Kemenag Pusat dan Minta Kemenag Lainnya Mengikuti, Terkait Apa Ya?
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Situasi pemberangkatan jamaah haji asal Majalengka, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Kementerian Agama Pusat menjadikan Kemenag Majalengka sebuah panutan, Kamis (5/9/2019).

Panutan itu terkait sistem teknis yang diterapkan Kemenag Majalengka dalam mengatur pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji.

Kepala Kemenag Majalengka, Yayat Hidayat, melalui Kasi Penyelenggaraan Haji & Umrah, Kiki Basuki mengatakan pihaknya saat ini menjadi salah satu yang menjadi sebuah sample untuk Kemenag daerah lain terkait teknis haji.

Kiki menjelaskan, teknis yang dimaksud yakni sistem pemberangkatan dan pemulangan haji yang dirasa efektif dan tidak mengganggu kemacetan.

"Jadi begini, saat pemulangan nanti kami itu sudah tidak menentukan jemaah haji turun di satu titik, tetapi turun di setiap kecamatan bergantung darimana jemaah itu berasal, nah teknis seperti itu dirasa sangat efektif untuk mempercepat jemaah haji istirahat setelah perjalanan jauh dari Arab Saudi " ujar Kiki, Kamis (5/9/2019).

Kiki menyampaikan, selain lebih efektif, teknis tersebut dirasa juga memudahkan para keluarga jemaah untuk menjemput. Para keluarga tinggal menunggu di Kecamatan masing-masing untuk menjemput keluarganya yang baru datang dari tanah suci.

"Sekarang, kalau masih pakai sistem turun di satu titik, imbasnya bakal merugikan pengguna jalan yang lain. Apalagi nanti Bus yang mengangkut para jemaah itu jumlahnya 10, bukan 1 atau 2. Kalo 10 bus kumpul di satu titik ditambah mobil pribadi keluarga yang jemput para jemaah, tidak bisa dibayangkan membludaknya kaya apa," ucap dia.

Teknis yang seperti itu, menurut Kiki, menjadi hal panutan bagi Kemenag Pusat untuk diterapkan oleh Kemenag-kemenag lain yang masih menggunakan teknis yang lama.

"Ini menjadi sebuah kebanggaan bagi kami yang belum diterapkan oleh Kemenag di daerah lain, semoga bermanfaat," kata Kiki. (*)

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved