KASIHAN, 2 Perempuan Kakak Beradik Belasan Tahun Diam di Rumah, Kulitnya Melepuh, Baca Kisahnya
Curahan hati (curhat) dua saudara Nadia (19) dan Vika Laona (11), kepada bidan pendampingya membuat pendengarnya meneteskan air mata
TRIBUNCIREBON.COM - Curahan hati (curhat) dua saudara Nadia (19) dan Vika Laona (11), kepada bidan pendampingya membuat pendengarnya meneteskan air mata. Kisah pilu yang dituturkan gadis berusia 19 tahun dan 11 tahun ini sangat menyentuh perasaan.
Penyakit yang menggerogoti dua saudara kandung ini membuat Dea (panggilan akrab Nadia) dan adiknya harus kehilangan masa-masa terindahnya.
Tidak bisa bermain bersama teman-teman di masa kanak-kanak, tidak bisa pergi ke sekolah, tidak bisa pergi ke pasar seperti teman sebayanya. Banyak moment bahagia yang terlepas.
“Wak Tatik, kami pengen ke kalangan, kami pengen bermain, kami pengen bahagia seperti teman-teman lainnya,” kata Dea sambil menangis.
Dea mengaku dirinya sangat ingin bisa menikmati indahnya bermain bersama-sama teman-temannya.
Namun penyakit yang dideritanya sudah “memasungnya “ sehingga Nadia dan Vika kehilangan banyak kesempatan yang semestinya bisa dinikmati seperti lazimnya remaja belasan tahun.
Walupun usia Dea sudah 19 tahun namun fisiknya mirip bocah berusia 10 tahun.
Pertumbuhan fisik Nadia dan Vika terhambat akibat penyakit yang dideritanya.
Dea sering meratapi nasibnya yang berbeda dengan remaja seusianya,
“Ngapolah Tuhan ngenjuk kami penyakit dak sembuh-sembuh, capek aku lah 19 tahun hanya tegolek di tempat tiduk,” kata Dea seraya menambahkan dirinya ingin menikmati hidup seperti gadis-gadis lainnya yang bisa bermain sesuka hati, bisa belanja dan bergembira.
Sedangkan Dea dan Vika seharian hanya menghabiskan waktu berbaring di tempat tidur. Untuk makan , minum dan keperluan ke kamar mandi saja harus dibantu orang lain.
Kakinya yang kecil dan lemah tidak mampu menopang tubuhnya untuk beranjak dari tempat tidur sehingga kemana-mana harus dibopong.
Menurut Tatik (bidan pendamping Dea) sejak umur 7 bulan Dea mengalami kulit melepuh dan kemerah-merahan.
Kemudian dibawa ke RSMH Palembang dirawat selama 15 hari dirawat Sal Kulit dan kelamin. Bidan Tatik memastikan penyakit yang diderita Dea bukan TBC kulit.
“Kalau TB kulit saya tidak yakin dia akan tetap bertahan sampai usia 19 tahun,” kata bidan Tatik seraya menambahkan tim medis terus melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan penyakit yang diderita Nadia dan Vika.
Pihaknya selaku bidan pendamping masih terus berupaya membantu untuk kesembuhan Dea dan Vika.
Selain bantuan medis kata bidan Tatik, keluarga yang belum beruntung ini sangat membutuhkan dukungan moril, diambang keputus asaan ini, orang tua Dea dan Vika harus terus dimotivasi. (*)