Keluarga Serahkan Kepulangan Carmi Ke Indonesia Kepada KBRI di Riyadh
Keluarga Carmi (38) di Blok Kalibangka, Desa Rawa Urip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, menyerahkan kepada pihak Kedutaan
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Keluarga Carmi (38) di Blok Kalibangka, Desa Rawa Urip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, menyerahkan kepada pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab Saudi, untuk memulangkan Carmi ke Indonesia.
Paman Carmi, Sofiyudin, mengatakan, pihak keluarga memahami betul kondisi Carmi yang saat ini kondisi psikisnya belum 100 persen pulih dan belum bisa kembali ke Indonesia untuk berkumpul dengan keluarga.
"Kami terus berkoordinasi dengan KBRI, katanya juga sudah mulai mengerti bahasa Cirebon," kata Sofiyudin saat dihubungi, Selasa (3/9/2019).
• Sempat Bingung dan Tak Kenali Orangtuanya, Carmi TKW Asal Cirebon Kini Paham Bahasa Cirebon
• Berhasil Ditemukan Setelah 31 Tahun Hilang Kontak, Carmi TKI Cirebon Tiba di Indonesia Pekan Depan
• 31 Tahun Tak Pulang ke Tanah Air, Carmi TKW Asal Cirebon Sudah Tak Mengerti Bahasa Indonesia
Sofiyudin mengatakan, belum lama ini pihak dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cirebon dan BNP2TKI datang ke Blok Kalibangka, untuk memberikan motivasi kepada keluarga.
"Memberikan saran baik kepada keluarga," katanya.
Dilansir postingan akun instagram @kbri_riyadh pada Kamis (29/8/2019), 28 Agustus 2019, menjadi hari terindah bagi Ilyas, ayah kandung Carmi mendengar kembali suara anaknya tersebut melalui panggilan video yang dihubungkan oleh Atase Ketenagakerjaan KBRI di Riyadh.
Sampai akhirnya pada bulan Juli 2019, dalam unggahan tersebut, informasi terkait keberadaan Carmi diterima oleh Atase Tenaga Kerja KBRI Riyadh dan langsung melakukan pendekatan ke pemerintah Arab Saudi, dalam hal ini pihak Kepolisian Arab Saudi.
"Alhamdulillah, atas upaya intensif KBRI Riyadh, pada bulan Agustus 2019 keberadaan Carmi terlacak berada di desa Al Amar, Propinsi Gaseem yang berjarak sekitar 400 km dari Riyadh," tulis dalam keterangan unggahan @kbri_riyadh.
Kemudian,Tim Perlindungan Warga KBRI Riyadh segera bergerak menuju lokasi dan mendapati Carmi dalam kondisi fisik yang baik, lalu KBRI Riyadh berhasil melakukan persuasi kepada majikannya, untuk bisa membawa Carmi ke kantor KBRI, lalu diproses kepulangannya atas permintaan orang tuanya.
Atase Ketenagakerjaan KBRI Riyadh, Sa'dullah Affandy, mengatakan, Carmi masih dalam perawatan untuk dilakukan kondisi psikologisnya, karena sudah tidak menggunakan bahasa Indonesia dan tidak mengenali orangtuanya.
"Masih menunggu untuk pulang, karena gaji masih belum dibayar," kata Sa'dullah saat dihubungi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/carmiiiii.jpg)