Kibarkan 4 Bendera Bintang Kejora, Polisi Tangkap 2 Pelaku Hingga Akan Ada Demo Lanjutan 3 September
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengkonfirmasi kebenaran informasi penangkapan
TRIBUNCIREBON.COM - Polisi menangkap pelaku terduga pengibar bendera Bintang Kejora saat aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/8/2019).
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengkonfirmasi kebenaran informasi penangkapan tersebut.
Pengibar bendera Bintang Kejora saat aksi unjuk rasa Rabu (28/8/2019) lalu akhirnya ditangkap polisi.
"Ya benar, memang sudah ditangkap. Polda Metro Jaya lakukan penyidikan komprensif dengan melihat foto video face recognition di Inafis, lalu berhasil identifikasi pelaku yang kibarkan Bintang Kejora," ujar Dedi, di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Sabtu (31/8/2019).
Ia menjelaskan ada dua orang yang diamankan pihak Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Jumat (30/8). Mereka diduga sebagai pelaku pengibar bendera Bintang Kejora, yakni CK dan AT.
"AT, merupakan korlap aksi yang berperan untuk membuat undangan, menggerakkan massa, menyiapkan bendera, dan orasi diatas mobil komando. Sedangkan CK merupakan salah satu orator selain AT," ucapnya.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan kepada keduanya disangkakan Pasal 106 Juncto 87 atau Pasal 110 terkait makar.
Puluhan mahasiswa Papua kembali mengibarkan Bendera Bintang Kejora dalam aksi demonstrasi menuntut referendum di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/8). Di aksi ini mereka menuntut Presiden Jokowi menemui massa.
Ada sekitar 4 buah bendera Bintang Kejora yang dikibarkan di depan Istana Negara oleh massa dari Papua menggunakan batang bambu.
"Diduga keras telah melakukan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan atau permufakatan akan melakukan kejahatan terhadap keamanan negara dan makar sebagaimana diatur dalam pasal 106 jo pasa 87 dan atau pasal 110 KUHP yang dilakukan pada hari Rabu tanggal 28 Agustus di Jl Medan Merdeka Barat (Depan Istana Negara) Jakarta Pusat dan atau tempat lainnya," kata dia.
• Polisi Tangkap Dua Tersangka Pengibar Bendera Bintang Kejora, Diperiksa Intensif di Mako Brimob
• Ada Bendera Bintang Kejora Berkibar di Depan Mabes TNI, Panglima TNI Ingin Bertemu Egianus Kogoya
Adapun dari kedua orang tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain 2 unit Handphone milik CK dan AT, 1 spanduk, 1 satu kaos dengan gambar bintang kejora, 1 selendang yang bergambar bintang kejora, dan 1 buah pengeras suara.
Ada Demo Lagi di 3 September
Massa di Papua diperkirakan masih akan menggelar aksi demo lagi dalam skala besar pada 3 September 2019 mendatang.
Namun Kepolisian Daerah Papua seperti dikutip dari Kompas.com, sudah mengantisipasi kemungkinan tersebut. Mereka menyatakan akan menindak tegas kepada masyarakat yang diperkirakan akan masih menggelar aksi unjuk rasa di Kota Jayapura pada 3 September 2019 mendatang.
Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf A Rodja (Kontributor Tribunnews.com/B Ambarita)
Hal itu disampaikan Kapolda Papua, Irjen Pol Rudolf Albert Rodja, yang menyampaikan apabila tanggal 3 September 2019 mereka menggelar unjuk rasa lagi berujung anarkis maka akan ditindak tegas.
“Kami sudah siap tindakan tegas jika ada aksi lagi. Tidak boleh lagi seperti kemarin,” tegas Kapolda, Sabtu (31/8/2019). Kapolda berpesan agar masyarakat mampu menahan diri dan tidak mudah terprovokasi.
“Masyarakat juga harus waspada pada wilayahnya masing-masing, kampungnya masing masing, kami dari TNI Polri mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata Kapolda.
Tambahan personil
Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua P Sembiring mengatakan , ada penambahan personil TNI untuk memback-up Polri dalam pemulihan situasi di Papua.
“Ada 500 personil datang dari Kostrad, kenapa jumlahnya seperti itu ini sudah kita perhitungan dengan hakekat situasi yang berkembang,” kata Pangdam.
Darwis Massi, Wakil Ketua Paguyuban Nusantara memandang baik pertemuan dengan TNI dan Polri, yang berlangsung hari ini.
“Kami pagubuyan sudah lama di Papua, kita juga ingin kondisi yang aman dan damai jangan sampai terulang lagi apa yang sudah terjadi."
"Tapi mari kita sama-sama seluruh paguyuban untuk menjaga kedamaian yang selama ini sudah terjalin dengan baik,” ajaknya.
“Hari ini kami juga meminta dukungan TNI Polri untuk menjaga kondisi kita sebagai mitra menjaga keamanan, kita juga merasa aman dengan kehadiran TNI dan Polri."
Bendera Merah Putih berdiri tegak di tengah kobaran api, saat massa pengunjuk rasa demo Jayapura melakukan anarkis dan membakar ruko-ruko.
"Apalagi ada penambahan pasukan kita merasa lebih nyaman dan aman itu harapan kami,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kamis (29/8/2019), massa menggelar aksi unjuk rasa, menyikapi dugaan tindakan rasis terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, berujung anarkis.
Ribuan massa membakar ruko, perkantoran pemerintah, kendaraan roda dua dan roda empat, serta melakukan Pengerusakan.
Kondisi itu membuat aktivitas di Kota Jayapura lumpuh total. (*)