Politik

Anies Baswedan Akhirnya Bertemu Ahok BTP, Ternyata Keduanya Bicarakan Hal Ini Saat Cipika Cipiki

Meski demikian, Ahok BTP merasa tidak bernostalgia meskipun hadir di DPRD DKI.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Kolase
Ahok BTP dan Anies Baswedan 

TRIBUNCIREBON.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersalaman dan saling bertegur sapa dengan dua gubernur pendahulunya, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok BTP) dan Djarot Saiful Hidayat.

//

Mereka bahkan saling cipika-cipiki (cium pipi kanan cium pipi kiri).

Momen itu terjadi setelah rapat paripurna istimewa pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (26/8/2019).

Adapun Anies Baswedan, Ahok BTP, dan Djarot berjalan dari tempat duduknya masing-masing untuk memberikan selamat kepada anggota DPRD DKI yang baru saja dikukuhkan.

Selain itu, Anies Baswedan dan Djarot kemudian bertemu.

Keduanya bersalaman dan saling bercipika-cipiki.

Mereka juga tampak mengobrol dan tertawa.

Namun, tidak jelas topik apa yang mereka bicarakan.

Adapun Anies Baswedan hanya terdengar mengucapkan selamat kepada Djarot karena ditunjuk sebagai ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDI-P.

"Selamat dapat tugas baru di DPP," kata Anies Baswedan kepada Djarot.

Setelah mereka berbincang-bincang, Anies Baswedan terdengar memanggil Ahok BTP sambil melambaikan tangannya.

Saat itu, Ahok BTP masih melayani orang-orang yang ingin berfoto dengannya.

"Pak Basuki, Pak Basuki," ujar Anies Baswedan sambil melambaikan tangan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertegur sapa dan mengobrol dengan dua gubernur pendahulunya, yaitu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (26/8/2019).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertegur sapa dan mengobrol dengan dua gubernur pendahulunya, yaitu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok BTP) dan Djarot Saiful Hidayat, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (26/8/2019).(KOMPAS.com/NURSITA SARI) 

Tak lama kemudian, Ahok BTP menghampiri Anies Baswedan dan Djarot.

Adapun Ahok BTP dan Anies Baswedan tampak bersalaman dan cipika-cipiki.

Mereka bertiga kemudian berbincang-bincang.

Tidak terdengar apa yang mereka bicarakan.

Cepat Move On 

Pada momen tersebut, Ahok BTP merasa senang bisa bertemu dengan mantan Gubernur DKI Sutiyoso dan Djarot Saiful Hidayat serta Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Baswedan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (26/8/2019).

Meski demikian, Ahok BTP merasa tidak bernostalgia meskipun hadir di DPRD DKI.

"Senang-senang aja.

Enggak ada nostalgia sih aku, aku orangnya cepet move on, he-he-he.

Aku tuh kayak cabut listrik aja, cabut, sudah ilang, move on-nya cepet he-he-he," ujar Ahok BTP di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Saat ditanya perasaannya bisa kembali mengikuti rapat paripurna DPRD DKI, Ahok BTP hanya menjawab senang bisa diajak makan oleh anggota DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi.

"Perasaan kenyang, diajak makan," kata Ahok BTP.

Pada hari ini, Ahok BTP menghadiri rapat paripurna istimewa pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Sutiyoso, Djarot, dan Anies Baswedan juga menghadiri rapat paripurna tersebut.

Saat rapat paripurna berlangsung, Ahok BTP duduk berdampingan dengan Sutiyoso dan Djarot.

Setelah rapat paripurna, Ahok BTP sempat bersalaman dan saling bertegur sapa dengan Anies Baswedan.

Adapun Ahok BTP juga makan bersama Prasetio yang merupakan mantan Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Baswedan mengaku hanya saling menanyakan kabar saat bertemu mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok BTP) di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (26/8/2019).

Dalam pertemuan singkat itu, Anies Baswedan menyebut, tidak ada hal khusus yang dibicarakan dengan Ahok BTP.

"Enggak ngomong apa-apa, enggak ada yang khusus, (nanya) kabar aja, all is good," ujar Anies Baswedan di Stasiun MRT Istora Mandiri, Jalan Jenderal Sudirman, Senin sore.

106 Anggota DPRD DKI Jakarta Dilantik

Sebanyak 106 Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 resmi dilantik dan menduduki kursi parlemen di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (26/8/2019).

Pelantikan ini berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 161.31-3766 Tahun 2019 Tanggal 23 Agustus 2019 tentang peresmian pengangkatan anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2019 - 2024.

Keputusan ini dibacakan oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Syahrial Sidik.

Seluruh 106 anggota ini pun diminta untuk mengucapkan sumpah jabatan untuk memanggul amanah sebagai wakil rakyat.

"Demi Allah, saya bersumpah. Bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya, sebagai anggota dewan perwakilan rakyat dserah provinsi daerah khusus ibu kota Jakarta dengan sebaik-baiknya dengan seadil-adilnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan berpedoman pada Pancasila dan UUD NKRI 1945," ucap Syahrial yang diikuti oleh Anggota DPRD DKI Jakarta.

Berikut nama-nama Anggota DPRD DKI Jakarta yang telah dilantik :

PDI-P

1. Prasetio Edi Marsudi

2. Pandapotan Sinaga

3. Wa Ode Herlina

4. Tina Toon

5. Jhonny Simanjuntak

6. Ida Mahmudah

7. Steven Setiabudi Musa

8. Gani Suwondo Lie

9. Dwi Rio Sambodo

10. Gilbert Simanjuntak

11. Syahrial

12. Pantas Nainggolan

13. Rasyidi

14. Manuara Siahaan

15. Gembong Warsono

16. Indrawati Dewi

17. Panji Virgianto

18. Yuke Yurike

19. Lauw Siegvrida

20. Cinta Mega

21. Ong Yenny

22. Ima Mahdiah

23. Merry Hotma

24. Hardiyanto Kenneth

25. Stephanie Octavia

Partai Gerindra

1. Iman Satria

2. Dian Pratama

3. S Andyka

4. Prabowo Soenirman

5. Moh. Taufik

6. Zuhdi Mamduhi

7. Adi Kurnia Setiadi

8. Thopaz Nuhgraha Syamsul

9. Ichwanul Muslim

10. Syarif

11. Abdul Ghoni

12. Esti Arimi Putri

13. Wahyu Dewanto

14. Nurhasan

15. Inggard Joshua

16. Rany Maulani

17. Purwanto

18. Yudha Permana

19. Syarifudin

PKS :

1. Dany Anwar

2. H Ismail

3. Moh Arifin

4. Yusriah Dzinnun

5. Taufik Zoelkifli

6. Muhayar

7. Abdurrahman Suhaimi

8. Muhammad Thamrin

9. Nasdiyanto

10. Umi Kulsum

11. Khoirudin

12. Achmad Yani

13. Dedi Supriadi

14. Nasrullah

15. Solikhah

16. Abdul Aziz

Partai Demokrat

1. Desie Christhyana

2. Neneng Hasanah

3. Faisal

4. Ferrial Sofyan

5. Mujiyono

6. Misan Samsuri

7. Ali Muhammad Johan

8. Achmad Nawawi

9. Nur Afni Sajim

10. Wita Susylowati

PAN

1. Riano P Ahmad

2. Oman Rohman Rakinda

3. Syahroni

4. Zita Anjani

5. Bambang Kusumanto

6. Farazandi Fidinansyah

7. Habib Muhamad Bin Salim Alatas

8. Lukmanul Hakim

9. Guruh Tirta Lunggana

PSI

1. Idris Ahmad

2. Anthony Winza Prabowo

3. Viani Limardi

4. Justin Adrian

5. Anggara Wicitro Sastroamidjojo

6. August Hamonangan

7. William Aditya Sarana

8. Eneng Malianasari

Partai Nasdem

1. Hariadi Anwar

2. Muhammad Idris

3. Hasan Basri Umar

4. Wibi Andrino

5. Nova Harivan Paloh

6. Abdul Azis Muslim

7. Jupiter

Partai Golkar

1. Basri Baco

2. Dimaz Raditya

3. Judistira Hermawan

4. Taufik Azhar

5. Jamaludin

6. Khotibi Achyar

PKB

1. Jamaluddin Lamanda

2. Hasbiallah Ilyas

3. Sutikno

4. Yusuf

5. Ahmad Ruslan

PPP

1. Matnoor Tindoan (PPP)

Pernah Sindir Soal Banjir Jakarta

Ahok BTP dan Anies Baswedan
Ahok BTP dan Anies Baswedan (Kolase)

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok BTP, sempat mengomentari soal banjir Jakarta saat ditanya wartawan beberapa waktu lalu.

Kemudian wartawan pun menanyakan tanggapan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, atas komentar tersebut.

Adapun Anies Baswedan pun mengucapkan terima kasih kepada BTP.

"Pak, ada yang berpendapat ketika hujan turun memang potensi ranting dan sampah meumpuk di dekat saluran air, makanya DKI harus sigap soal pemompaan, air, dan menaruh alat berat di sekitar," tanya wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019).

Selain itu, Anies Baswedan kemudian menanyakan siapa yang menyampaikan hal itu. Ketika dijawab itu adalah ucapan Ahok BTP, Anies Baswedan langsung menyampaikan terima kasihnya.

"Nah…saya terima kasih semua orang yang pernah bertugas di Jakarta, termasuk Pak Basuki (BTP) pasti berpengalaman terkait dengan banjir," kata Anies Baswedan.

Anies Baswedan menyampaikan, banjir pada zamannya tak separah pada era Ahok BTP.

Menurutnya, di musim banjir kali ini, hanya 1.600 orang yang mengungsi. Sementara saat banjir 2015, pengungsi bisa mencapai 200.000.

Menurut Anies Baswedan, saat ini hanya wilayah di bantaran sungai yang tergenang seperti Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Sementara di wilayah pusat dan utara Jakarta, genangan bisa teratasi karena pompa. Ia memastikan saran Ahok BTP soal pompa sudah dijalankannya.

"Poin utamanya adalah kita apresiasi semua perhatian dan insya Allah semua yang disebut sebagai isu-isu teknis akan selalu diantisipasi dengan baik," kata Anies Baswedan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat mengunjungi kediaman dinas Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, Selasa (30/4/2019).
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat mengunjungi kediaman dinas Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, Selasa (30/4/2019). (Tribunnews.com/Reza Deni)

Sebelumnya, saat berkunjung ke kediaman Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, BTP alias Ahok BTP menceritakan pengalamannya menangani banjir Jakarta.

Menurut dia, Jakarta sebenarnya siap menghadapi hujan deras.

"Enggak tahu ya, kalau pengalaman saya pasti sebenarnya Jakarta itu pompanya sudah cukup oke, tanggul juga sudah oke, jadi perhatikan saja biasa kalau hujan sama kemarau," kata Ahok BTP di rumah Prasetio di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2019).

Menurut Ahok BTP, saat hujan biasanya air memang terhambat masuk saluran karena ada sampah kayu dan ranting.

Namun, hal ini bisa diantisipasi dengan pengerukan menggunakan alat berat maupun menyiagakan pasukan oranye. Saat genangan muncul, yang paling penting dilakukan yakni mengoperasikan pompa.

Jika terlambat, genangan sulit surut.

"Saya orang tambang, (kalau) teori tambang, ngidupin pompanya telat, sudah terlalu tinggi bisa enggak keburu. Saya kira mungkin tergenang itu karena ada pompa yang telat. Saya enggak tahu," kata Ahok BTP.

 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved