Mayat Sofyan Dibuang & Ditemukan Sudah Jadi Tengkorak, Begini Pengakuan Kesadisan Pembunuhnya

Mayat Sofyan Dibuang & Ditemukan Sudah Jadi Tengkorak, Begini Pengakuan Kesadisan Pembunuhnya

Mayat Sofyan Dibuang & Ditemukan Sudah Jadi Tengkorak, Begini Pengakuan Kesadisan Pembunuhnya
Tribun Sumsel
Akbar, otak pelaku pembunuhan dan perampokan supir taksi online di Palembang (Kiri) Tulang belulang yang diduga jasad Sofyan yang ditemukan petugas di wilayah Muara Lakitan Mura (Kanan) 

Dikatakan Akbar, niat untuk merampok di kota Palembang muncul dari inisiatifnya bersama Ridwan alias Redho (42) yang sebelumnya sudah tertangkap dan dijatuhi vonis hukuman mati oleh hakim pengadilan negeri kelas 1 A khusus kota Palembang.

Pria Gondrong Bongkar Identitas 4 Peneror Ruben Saat Live TV, Ruben Onsu Kaget: Jangan Di Sini Dong

Tak hanya itu, rekannya yang lain yakni Acuandra alias Acun (21) yang sebelumnya juga divonis mati dan Franata alias fran (16) yang divonis 10 bulan, dikatakan Akbar sangat menerima dengan baik ajakan untuk melakukan aksi perampokan.

"Memang berencana untuk merampok, jadi tiga teman saya yang lain mau sama mau untuk merampok. Kalau memang tidak mau, pasti tidak akan jadi,"ujarnya.

Hilang Sasaran dan Alihkan kepada Driver Online

Dikatakan Akbar, mereka sempat mencoba melakukan aksi perampokan namun gagal.

Mereka juga kehabisan uang untuk pulang sehingga muncullah niatan jahat untuk merampok driver taksi online.

Habis Garut Muncul Video Syur Bandung, Disebar Melalui Instagram, Pelaku Diduga Sakit Hati

Namun ditengah perjalanan, tindakan mereka justru membuat nyawa korbannya yakni Sofyan melayang.

"Korban dicekik oleh Redho dan Pran. Saya posisinya di samping driver. Kemudian saya langsung pindah posisi dan ambil alih kendali sopir,"ujarnya.

Buang Jenazah Korban dan Kebagian Uang Penjualan Mobil Rp5,3 Juta

Setelah ketiga rekannya membuang jenazah Sofyan di kawasan Kecamatan Lakitan, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, Akbar yang saat itu mengaku duduk di kursi sopir langsung tancap gas dan menuju ke rumah Fran yang berada di sungai Lanang.

Mereka bersepakat untuk menjual mobil milik korban dan didapatlah hasil sebesar Rp.23 juta.

Sebelum Kena Tilang, Yuk Perpanjang SIM Anda Warga Indramayu, Nih Lokasi SIM Kelilingnya Hari Ini

"Saya menerima Rp5,3 juta. Selebihnya dibagi-bagi sama yang lain,"ucapnya.

Berpindah-Pindah dan Dicekam Ketakutan

Selama hampir sepuluh bulan buron, Akbar Al Farizi (34) mengaku sempat berpindah-pindah tempat dan bekerja serabutan.

Dia mengaku selalu memilih tinggal di pondok kecil di tengah kebun saat masih buron.

"Dalam pelarian saya pernah tinggal di Tanjung Lengkayang muara dua. Sampai disana saya bersembunyi di pondok kebun di wilayah itu. Terus lari lagi sampai di Kisam Muara Dua. Disana saya kerja serabutan di kebun kopi,"ungkapnya.

Dalam masa pelariannya itu, Akbar mengaku sempat ada niat untuk melarikan diri.

V, Pemeran di Video Vina Garut Ngaku Dipaksa Layani 3 Pria Sekaligus: Kepaksa Seperti Menikmati

Takut Ditembak Mati

Namun hal itu urung dilakukannya setelah mendengar saran dari orang-orang yang berada di sekitarnya.

"Soalnya saya dengar omongan ibu dan orang-orang lain, katanya kalau tertangkap saya akan akan ditembak mati. Jadi saya takut untuk menyerahkan diri,"ujarnya.

Terkait vonis hukuman mati yang dijatuhkan pada dua temannya yakni Ridwan alias Rido (42) dan Acuandra alias Acun (21), Akbar mengaku tidak mengetahui akan hal tersebut.

"Namanya juga di dusun (kampung), jadi tidak ada handphone atau sinyal atau lain-lain,"ujarnya.

Minta Maaf kepada Keluarga Korban

Akbar juga menyampaikan permintaan maafnya pada keluarga korban.

"Saya menyampaikan ke keluarga korban memang saya salah, saya khilaf, saya minta maaf,"ujarnya.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Mayat Sofyan Dibuang, Cerita Kesadisan Otak Perampok Driver Online yang Dihukum Mati di Palembang, https://palembang.tribunnews.com/2019/08/22/mayat-sofyan-dibuang-cerita-kesadisan-otak-perampok-driver-online-yang-dihukum-mati-di-palembang?page=all.

Editor: Welly Hadinata

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved