Cicipi Kelezatan Nasi dan Mie Goreng Legendaris Ibu Sani Landoeng Sejak Zaman Presiden Soekarno

Cicipi Kelezatan Nasi dan Mie Goreng Legendaris Ibu Sani Landoeng Sejak Zaman Presiden Soekarno

Cicipi Kelezatan Nasi dan Mie Goreng Legendaris Ibu Sani Landoeng Sejak Zaman Presiden Soekarno
(KOMPAS.com/RENI SUSANTI)
Nasi Goreng legendaris di bandung 

Setelah Suyud meninggal, Sani menggantikan bisnis mi dan nasi gorengnya. Berbeda dengan sang ayah, ia mengubah konsep jualan.

Dari mulai menggunakan anglo hingga berjualan dari siang hingga Isya. Bahkan jika sudah habis, ia bisa tutup sore hari.

Sensasi Makan Mie Kocok Baso Sumsum Porsi Banyak Racikan Tenan Mie Kocok Luna

“Banyak yang bilang aneh, karena nasi dan mi goreng biasanya dijual malam. Tapi meski dibilang aneh, banyak orang yang ngikut,” tutur Sani.

Harga Khusus Pelajar Keunikan lainnya dari mi dan nasi goreng Sani Landoeng adalah porsinya yang besar. Satu porsi seharga Rp 20.000 bisa untuk dua orang.

Jadi bagi mereka yang makan sedikit, setengah porsi pun bisa tidak habis. Untuk itu, bijaklah saat memesan sehingga tidak ada makanan yang terbuang. Hal unik lainnya adalah harga.

Sani memberikan potongan harga Rp 5.000 untuk pelajar dan mahasiswa. Jadi jika harga umum Rp 20.000, bagi para pelajar dan mahasiswa cukup membayar Rp 15.000.

Potongan harga ini diberlakukan sejak generasi pertama. Ayahnya, Suyud, kerap memberikan diskon pada para mahasiswa yang merantau ke Bandung untuk belajar.

Bahkan bila uang kiriman orangtua para mahasiswa belum cair, mereka kerap mengutang kepada Suyud.

Ada kalanya para mahasiswa ini akan membayar dengan pakaian atau barang lainnya, tapi Suyud selalu menolak. Suyud kemudian berkata agar pakaian itu disimpan karena dibutuhkan. Utang nasi dan mi goreng dibayar setelah dapat uang saja.

Dua Warung Miras di Anjatan Digerebek Satpol PP Indramayu, 78 Botol Miras dan 25 Liter Tuak Disita

Banyak mahasiswa yang membayar utangnya setelah mendapatkan kiriman uang atau bekerja. Namun ada pula yang lupa membayar.

Halaman
1234
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved