Cicipi Kelezatan Nasi dan Mie Goreng Legendaris Ibu Sani Landoeng Sejak Zaman Presiden Soekarno

Cicipi Kelezatan Nasi dan Mie Goreng Legendaris Ibu Sani Landoeng Sejak Zaman Presiden Soekarno

Cicipi Kelezatan Nasi dan Mie Goreng Legendaris Ibu Sani Landoeng Sejak Zaman Presiden Soekarno
(KOMPAS.com/RENI SUSANTI)
Nasi Goreng legendaris di bandung 

TRIBUNCIREBON.COM- Kalau ke Bandung pada siang hari dan merasakan perut lapar, tak ada salahnya mengunjungi Nasi dan Mi Goreng Ibu Sani Landoeng.

Lokasinya berada di Jalan Mangga No 26 Bandung atau tak jauh dari rumah istri keempat Presiden Soekarno, almarhumah Hartini.

Di sini, pengunjung akan disuguhkan pemandangan tak biasa. Kesan tradisional sangat terasa dari cara memasak mi dan nasi goreng yang menggunakan tungku tungku arang.

Pesan kemudian duduklah. Dalam waktu singkat, pengunjung akan mencium aroma menggoda mi dan nasi goreng. Belum kenyang mencium aroma lezat, pesanan sudah tersaji di meja. Kemudian cicipilah.

5 Tempat Menarik di Kebun Raya Bogor, Dari Danau Gunting hingga Monumen Cinta

Bumbu dalam mi dan nasi goreng begitu memanjakan lidah. Hal inilah yang membuat para pengunjung dari dalam dan luar negeri selalu berkunjung ke warung kecil ini.

“Konsumennya macam-macam. Ada anak sekolah, kuliahan, orang kantoran, pejabat seperti wali kota Bandung, sampai orang-orang luar negeri,” ujar Sani kepada Kompas.com, belum lama ini.

 Mereka, sambung Sani, kerap kembali ke tempatnya karena rasa nasi dan mi goreng warungnya tidak berubah sejak zaman Presiden Soekarno.

Itu pula yang membuatnya mempertahankan anglo (tungku arang) untuk memberikan aroma arang dalam masakannya.

5 Rekomendasi Tempat Makan Nasi Jamblang Yang Wajib Dikunjungi Saat Berwisata di Cirebon

“Penggunaan anglo juga membuat makanan cepat makan. Perbandingannya, jika menggunakan gas dapat 2 porsi, maka pakai anglo bisa 5 porsi,” ucapnya.

Sejak 1950 Sani mengatakan, usaha nasi dan mi goreng diturunkan dari sang ayah, Suyud. Suyud mulai berjualan dengan cara dipikul sejak tahun 1950.

Halaman
1234
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved