Kuwu Surajaya yang Terlibat Kasus Korupsi Ditahan di Kebonwaru Bandung

Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon, Irwan Ganda Saputra, mengatakan. . .

Kuwu Surajaya yang Terlibat Kasus Korupsi Ditahan di Kebonwaru Bandung
Istimewa
Kuwu Surajaya, Abdul Latief 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Hakim Baihaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cirebon, sudah melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) yang dilakukan oleh AL, Kepala Desa atau Kuwu Surajaya, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.

Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon, Irwan Ganda Saputra, mengatakan, pihaknya sudah menerima tersangka beserta barang bukti terkait hasil praktik korupsi.

"Berkas dikirim kembali 5 Agustus 2019, dinyatakan lengkap, beserta tersangka dan barang bukti dari penyidik Polres Cirebon," kata Irwan di Kantor Kejari Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Drajat, Kabupaten Cirebon, Senin (19/8/2019).

Setelah berkas diterima, kata Irwan, tersangka AL kemudian langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kebon Waru, Kota Bandung, siang tadi untuk menjalani masa tahanan hingga proses persidangan.

"Tersangka akan mendekam selama 20 hari Lapas Kebon Waru. Sidang akan dilakukan kemungkinan Minggu depan di pengadilan tipikor," katanya.

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto, melalui Kasubag Humas Polres Cirebon, Iptu Muhyidin, tersangka AL diduga melakukan korupsi dana desa tahap I 2017 dan dana bantuan provinsi (banprov) 2017.

Jumlah anggaran yang diselewengkan oleh kuwu tersebut yakni, sebesar Rp 354.768.461.

"Tersangka telah merugikan negara, saat ini proses penaganan perkara sudah tahap penyidikan dan berkas sudah dilimpahkan ke JPU Sumber Kabupaten Cirebon," kata Muhyidin melalui pesan tertulis, Senin (19/8/2019).

Dari hasil penyidikan tersebut, seluruh uang milik negara yang diselewengkan oleh tersangka AL seluruhmya untuk kepentingan pribadi.

Muhyidin mengatakan, AL dijerat pasal pasal 2  jo Pasal 3 jo Pasal 8 jo pasal 18 ayat (1) huruf b UU RI No. 31 tahun 1999, dengan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Dengan ancaman hukuman paling singkat dan maksimal 15 tahun, kurungan penjara," katanya.

Barangbukti yang sudah diamankan penyidik, beberapa di antaranya yakni, tujuh bendel berkas berkaitan, satu buah buku tabungan BNI atas nama Bumdes Balok Jaya, satu cetak rekening koran,  dan satu STNK kendaraan roda empat jenis APV bernomor polisi E 1536 O.


 

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved