"Lautan" Sampah Menutupi Sungai Cipager Cirebon, Warga Keluhkan Aroma Busuk

"Lautan" Sampah Menutupi Sungai Cipager Cirebon, Warga Keluhkan Aroma Busuk dari sampah.

Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Warga melihat Pemandangan tidak elok terlihat di Sungai Cipager yang berada di Blok Babadan, Desa Battembat, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, karena aliran sungai tersebut tertutupi sampah plastik. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pemandangan tidak elok terlihat di Sungai Cipager yang berada di Blok Babadan, Desa Battembat, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, karena aliran sungai tersebut tertutupi sampah plastik.

Pantauan Tribun Jabar, Rabu (15/8/2019), di sekitar Bendungan Suplesi Canggong, Kecamatan Tengah Tani, sampah yang sebagian besar merupakan sampah rumah tangga sepanjang 100 meter itu, menutupi seluruh permukaan aliran sungai.

Simpan Potongan Tubuh Vera Oktaria di Koper, Mutilasi Pakai Gergaji, Prada DP Hanya Divonis 3 Bulan

Jenis sampah yang menutupi aliran Sungai Cipager, yakni sampah plastik kemasan, styrofoam, ranting pohon, bambu, baligho bekas, bangkai hewan ternak, peralatan rumah tangga, hingga plastik kemasan alat medis.

Dari radius 50 meter, aroma busuk dari aliran Sungai Cipager mulai tercium terutama oleh para pejalan kaki serta pengendara, bahkan ratusan lalat pun terlihat mengerubuni sampah, terutama sampah bangkai hewan ternak.

Hari Ini, Proklamasi Kemerdekaan RI Pertama Kali Dibacakan di Cirebon, Kenapa? Ini Alasannya

Berbeda dengan sungai lainnya, kondisi fisik air Sungai Cipager berwarna hijau lumut dan tidak mengalir, akibat tertutup tumpukan sampah di Bendungan Suplesi Canggong.

Mugeni (64), warga Blok Babadan, Desa Battembat, mengatakan, kalau ia mengeluhkan kondisi tersebut, lantaran hanya berjarak puluhan meter dari kediamannnya, bahkan bau busuk kerap tercium hingga ke dalam rumah.

"Sangat terganggu, kadang-kadang suka mual kalau terlalu menghirup," kata Mugeni di sekitar Sungai Cipager, Kamis (15/8/2019).

VIDEO - Liverpool Juara Piala Super Eropa 2019 Usai Taklukkan Chelsea Lewat Drama Adu Penalti

Kondisi tersebut, kata Mugeni, kerap terjadi setiap tahunnya, terutama pada musim kemarau. Sampah itu dikatakan oleh Mugeni, sengaja dibuang oleh warga sekitar dan pengendara yang melintas pada waktu malam hingga dini hari.

Mugeni menambahkan, kondisi tersebut lebih parah dibandingkan dengan tahun lalu, pada tahun lalu tumpukan sampah hanya 10 meter sekitar bendungan, namun kali ini hingga mendekati jembatan dijalur pantura.

"Sampahnya dari arah Sumber, mungkin terbawa arus. Tetap saja warga di sini yang merasakannya," katanya.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved