Pilpres 2019

Kemarin Bela Prabowo Habis-habisan, Loyalis SBY Kini Ngotot Ingin Demokrat Gabung Koalisi Jokowi

Menurut Andreas yang anggota DPR RI, seharusnya Partai Demorkat gabung sebelum. . .

ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sebelum melakukan pertemuan tertutup di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi politik yang dibangun kedua partai untuk Pilpres 2019. 

Kemarin Bela Prabowo Habis-habisan, Loyalis SBY , Ferdinand Hutahaean Kini Ngotot Ingin Demokrat Gabung Koalisi Jokowi

TRIBUNCIREBON.COM - Ketua DPP PDI-P Andreas Hugo Pareira menilai sudah terlambat jika ada keinginan Partai Demokrat untuk bergabung dengan koalisi pendukung pasangan Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin.

Adapun KPU sudah mengumumkan pemenang pemilu legislatif dan Pilpres 2019.

Dan pelantikan presiden tinggal menunggu 20 Oktober.

Menurut Andreas yang anggota DPR RI, seharusnya Partai Demorkat gabung sebelum Pemilihan Presiden ( Pilrpes 2019 ) pada 17 April 2019 lalu. Bukan sekarang.

Ferdinand Hutahaean
Ferdinand Hutahaean (Tribunnews/Chairul Umam)

"Seharusnya ini sudah dilakukan sebelum pilpres. Sudah sangat terlambat apabila baru sekarang diekspresikan," ujar Andreas, Anggota Komisi I DPR RI.

 

Aurel Hermansyah Pakai Baju Terbuka, Pamer Pose Panas, Jari Ditempel di Bibir, Mata Sambil Terpejam

WOW Jokowi Ingin Bentuk 2 Kementerian Baru dan Keren Hingga Prediksi Nama Menteri Kabinet Jokowi

Hadiri Kongres V PDI-P, Prabowo Subianto Disambut Tepuk Tangan dan Tak Ada yang Teriak Huuu

Namun pernyataan ini juga bisa diartikan, partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) ini ingin mendukung pemerintahan Jokowi - Maruf Amin.

Andreas Pareira menduga, keinginan Demokrat mendukung Jokowi - Maruf Amin karena berharap akan ada power sharing dalam kabinet nanti.

Dia yakin Jokowi akan jeli dalam menilai banyaknya dukungan yang mengalir terus setelah dinyatakan KPU sebagai pemenang Pilpres 2019.

Komandan Kogasma Agus Yudhoyono Bertemu Jokowi setelah Pemilu 2019.
Komandan Kogasma Agus Yudhoyono Bertemu Jokowi setelah Pemilu 2019. (Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)

"Soal ini tentu presiden Jokowi akan lebih jeli melihat kemungkinan-kemungkinan dukungan yang mengalir pascakemenangan dan mengelola dukuangan-dukungan tersebut sehingga pemerintahan lima tahun kedepan tetap efektif.”

Halaman
1234
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved