Kisah Abah Landoeng, Berbekal Uang Rp 1,2 Juta Mengayuh Sepeda Selama 7 Bulan ke Tanah Suci Mekkah

Ia mendapat banyak bantuan dari orang-orang yang bertemu dengannya. Seperti kamar hotel mewah hingga makanan

Kisah Abah Landoeng, Berbekal Uang Rp 1,2 Juta Mengayuh Sepeda Selama 7 Bulan ke Tanah Suci Mekkah
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Abah Landoeng menunjukkan peta rute perjalanannya ke Tanah Suci Mekkah. 

TRIBUNCIREBON.COM - Mungkin tidak banyak orang sepuh di Kota Bandung yang usianya mencapai lebih dari 90 tahun. Di antara yang sedikit itu, Abah Landoeng adalah salah satunya. 

Perawakannya masih tegap dan sehat. Pria kelahiran Bandung, 11 Juli 1926 ini, pernah melakoni perjalanan spiritual yang sangat mengesankan. Ia berangkat haji memakai sepeda selama 7 bulan.

Abah Landoeng (94) menceritakan kisahnya saat mengayuh sepeda selama tujuh bulan dari Indonesia ke Arab Saudi untuk berhaji. Saat itu, tahun 2002. Usianya menginjak 75 tahun. Meski tidak muda, ia bertekad untuk ke Tanah Suci menggunakan sepeda Federalnya.

“Sebenarnya niat awalnya untuk membantu bencana alam di Sumatera. Tapi ada niat besar juga untuk berhaji,” ujar Abah Landoeng kepada Kompas.com di Bandung, Selasa (13/8/2019).

Dengan membawa uang Rp 1,2 juta, paspor, beberapa helai pakaian, dan makanan, ia melajukan sepedanya dari Bandung. Ia kemudian menyusuri Jakarta lalu masuk ke Palembang.

Ia kemudian mengecek kondisi Sumatera. Kondisi daerah tersebut masih baik-baik saja. Banjir yang merendam Palembang hanya banjir kecil biasa.

Dari sana, keinginannya untuk berhaji semakin kuat. Dengan mengucap basmallah, ia melanjutkan perjalanan.

Kisah Juned Warga Yang Pertama Lihat Kobaran Api di Gunung Ciremai, Sempat Terjebak dan Terobos Api

Kisah KH Maimun Zubair, Lahir dari Hasil 3 Ulama NU Meludah ke Gelas, Airnya Diminum Sang Ibu

Ia masuk ke Batam untuk menyeberang ke Batam, Singapura, Malaysia, Thailand, Myanmar, Bangladesh, India, Pakistan, menyebrangi Laut Merah, hingga akhirnya sampai di Arab Saudi pada 2003.

“Di perjalanan, kalau capek saya istirahat di masjid. Tidur juga sering di masjid,” ungkapnya

Sesampainya di Mekah, ia merasakan kebahagiaan luar biasa. Ia tidak menyangka bisa sampah ke Tanah Suci setelah tujuh bulan perjalanan. Di Tanah Suci, selain melaksanakan rangkaian ibadah haji, ia berkeliling Mekah dengan sepedanya.

Halaman
123
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved