Disparbud Jabar Adakan Smiling West Java Historical Railway Tour, Wisata Pakai KA Rute Bogor-Cianjur

Dalam tur ini direncanakan akan melewati terowongan Lampegan. Di sana, pejabat yang akan diundang seperti Gubernur Jabar, Dubes Jerman, Inggris

Disparbud Jabar Adakan Smiling West Java Historical Railway Tour, Wisata Pakai KA Rute Bogor-Cianjur
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Petugas Stasiun Terisi Indramayu saat memantau lajunya kereta api yang melintas, Kamis (25/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun, M Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat tengah menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara khususnya dengan menawarkan konsep wisata sejarah jalur kereta api.

Lewat event 'Smiling West Java Historical Railway Tour' yang berlangsung pada 21-22 Agustus 2019 mendatang, Disparbud ingin mempopulerkan wisata baru. Event ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-74 Provinsi Jabar.

Kepala Disparbud Jabar Dedi Taufik mengatakan tur ini bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai sejarah khususnya di bidang perkeretaapian. Mengingat perkembangan kereta api di Indonesia tak lepas dari kolonialisme.

Menurutnya pada zaman kolonialisme, kereta api dimanfaatkan sebagai alat transportasi pembangunan infrastruktur dan mobilisasi pejabat pemerintahan Belanda. Bahkan, hingga saat ini jalur, hingga stasiun peninggalan pemerintahan Belanda masih berfungsi.

"Kita ingin peninggalan sejarah ini tidak hanya menjadi edukasi saja tapi juga destinasi wisata ke depannya," kata Dedi di Bandung, Rabu (13/8/2019).

Bertemu Dengan Intan Permata, Mas Yusuf TKI Kini Dijodohkan Dengan Kakak Sepupu Intan

Intan Hardja Menyesal Cerita Pernah Berhubungan Intim dengan Pacar Berondongnya di Konten Rey Utami

‘Smilling West Java Historical Railway Tour' menjadi cara menggambarkan dan menggali potensi yang bisa dikembangkan dari perkeretaapian. Terutama jalur kereta api Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.

Dia mencontohkan gambaran peninggalan zaman kolonialisme yang masih eksis di antaranya Stasiun Bogor. Menurut beberapa ahli, Stasiun Bogor terbilang mewah dengan dua tingkat karena diperuntukkan khusus bagi Jenderal Belanda.

"Kita hampir tidak mengetahui masa kolonial Perang Dunia ke-2, ternyata Nazi Jerman masuk ke Jabar. Di antaranya ke kawasan Lido (perbatasan Bogor-Sukabumi) dan Cisaat terdapat kuburan tentara ex-Nazi," tuturnya.

Dalam tur ini direncanakan akan melewati terowongan Lampegan. Di sana, pejabat yang akan diundang seperti Gubernur Jabar, Dubes Jerman, Inggris, dan Belanda, akan disuguhi pemandangan alam yang indah, seperti kebun teh atau kawasan Gunung Padang.

Halaman
12
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved