Karomah Mbah Moen
Karomah KH Maimun Zubair Alias Mbah Moen, Tongkat yang Hilang Kembali Lagi Setelah 7 Tahun
Santri tersebut berencana membelikan oleh-oleh untuk Pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang, itu.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan TribunCirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pengasuh Pondok Pesantren Khas Kempek sekaligus menantu KH Maimun Zubair, KH Mustofa Aqiel Siradj, mengakui banyak kejadian di luar nalar manusia yang dialami mertuanya.
Peristiwa semacam itu tidak hanya terjadi satu atau dua kali, namun berkali-kali.
Menurut pria yang akrab disapa Kang Muh itu, hal tersebut merupakan karomah dari Allah SWT kepada hamba-Nya yang bertakwa.
"Misalnya itu soal tongkat Mbah Moen yang hilang dan ditemukan lagi 7 tahun kemudian," ujar KH Mustofa Aqiel Siradj saat ditemui di Pondok Pesantren Khas Kempek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Kamis (8/8/2019).
Ia menceritakan ada seorang santri Mbah Moen yang melaksanakan ibadah haji.
Santri tersebut berencana membelikan oleh-oleh untuk Pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang, itu.
Pada mulanya santri itu ingin membelikan kain serban untuk Mbah Moen.
• Kisah KH Maimun Zubair Didatangi Rasulullah SAW dalam Mimpi Titip Dzurriyahnya Mondok
• TRIBUNWIKI: KH Maimun Alias Mbah Moen, Ulama NU yang Tersohor, Pernah Mimpi Bertemu Rasulullah SAW
Namun, si santri secara tiba-tiba mengurungkan niatnya karena Mbah Moen dipastikan telah memiliki banyak serban.
"Lalu santri itu akhirnya memutuskan membeli tongkat untuk Mbah Moen, karena beliau sudah sepuh sering bawa tongkat untuk berjalan," kata KH Mustofa Aqiel Siradj.
Ia mengatakan, santri itupun langsung pergi ke sebuah toko dan memilih tongkat yang paling bagus.
Namun, tiba-tiba si santri itu dihampiri pemilik toko dan diberi saran untuk membeli tongkat yang dipilihkannya.
Santri tersebut menolak pilihan pemilik toko dan beralasan model tongkat itu terlalu standar.
Pemilik toko pun terus mendesak untuk memilih tongkat pilihannya itu hingga si santri pun terpaksa membelinya.
"Saat tongkat itu diberikan ke Mbah Moen, beliau bilang ini tongkatnya yang hilang tujuh tahun lalu," ujar KH Mustofa Aqiel Siradj.
Si santri pun terkejut bukan kepalang karena tongkat yang dibelinya itu ternyata milik Mbah Moen.
Bahkan, Mbah Moen memanggil orang yang dititipinya menyimpan tongkat tersebut untuk meyakinkan si santri.
"Orang yang dititipi tongkat juga sampai memeriksa dan menyebutkan ciri-cirinya kalau tongkat itu benar milik Mbah Moen yang hilang," kata KH Mustofa Aqiel Siradj. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/maimun-zubair-langit-mendung.jpg)