DLH Indramayu Ingin Tiru Swedia Dalam Pengelolaan Sampah Menjadi Sumber Energi Listrik

Aep Surahman memuji langkah yang dilakukan negara Swedia yang dari segi pengelolaan sampah.

DLH Indramayu Ingin Tiru Swedia Dalam Pengelolaan Sampah Menjadi Sumber Energi Listrik
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Ilustrasi - Sampah 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu, Aep Surahman memuji langkah yang dilakukan negara Swedia yang dari segi pengelolaan sampah.

Pasalnya negara di kawasan Skandinavia itu mengimpor sampah dalam jumlah besar-besaran dari berbagai negara di dunia untuk dijadikan sebagai sumber energi listrik.

"Di Swedia itu hampir semua energi pembangkit berasal dari sampah," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di ruangannya, Kamis (8/8/2019).

Lebih lanjut dirinya berpendapat, Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia harus mencontoh negara tersebut, karena dengan jumlah penduduk yang banyak otomatis sampah yang dihasilkan pun akan sama banyaknya.

Sebagai bentuk inovasi dalam mengurangi dampak menggunakan sampah, Kabupaten Indramayu berkeinginan mencontoh inovasi yang dilakukan negara Swedia itu.

Seperti yang dikutip Tribuncirebon.com dari http://www.lingkungan. lovelybogor.com salah satu pembangkit listrik tenaga sampah yang beroperasi di sana adalah SYSAV. Pembangkit listrik ini berlokasi di Malmo dan didirikan untuk menangani sampah di kawasan Selatan Swedia.

PLT Sampah ini mampu menyerap lebih dari 600.000 ton sampah setiap tahunnya dan kemudian merubahnya menjadi energi listrik sebesar 1,5 Terra Watt Hour (TWH) yang bahkan tenaganya melebihi pembangkit listrik tenaga air di Indonesia.

Dua Lokasi Berbeda di Kota Cimahi Alami Kebakaran Alang-alang, Penyebabnya Pembakaran Sampah

KEBAKARAN Besar, Gudang Majun di Margaasih Ludes Tak Bersisa, Diduga Api dari Pembakaran Sampah

Warga Rancaekek Ubah Sampah Plastik Jadi Ekobrik, Ada Yang Berbentuk Perahu Hingga Kursi

Aep Surahman memprediksi, jika inovasi itu bisa diterapkan di Kabupaten Indramayu, pemerintah tidak perlu lagi membatasi volume sampah.

Sampah-sampah itu dapat dipilah dan bisa dimanfaatkan menjadi sumber energi.

Hal ini juga sebagai langkah mengantisipasi agar insiden pemadaman listrik dengan rentang waktu cukup lama seperti yang terjadi beberapa hari lalu di hampir seluruh daerah di Pulau Jawa tidak lagi terjadi.

Selain itu, dirinya menyampaikan banyak sampah-sampah limbah rumah tangga juga memiliki potensi besar untuk menjadi industri pabrik pupuk kompos jika dikelola dengan baik.

"Jadi sampah itu sebenarnya tidak perlu ada pembatasan lagi, harus dikelola dengan baik, dipilah sehingga nanti bisa bermanfaat," ujar Aep Surahman. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved