Minggu, 26 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Tak Pernah Marah, Mbah Mun Sosok Penuh Cinta, Terbukti Saat Ada Santrinya Yang Nakal Begini Caranya

"Mbah Mun itu sosok yang penuh cinta kasih dan tidak pernah marah," ujar KH Mustofa Aqiel Siradj saat ditemui di Pondok Pesantren Khas Kempek

Istimewa
KH Maimun Zubair 

Laporan Wartawan Tribun Cirebon, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Sosok KH Maimun Zubair tampaknya meninggalkan kesan tersendiri bagi orang-orang terdekatnya.

Termasuk bagi Pengasuh Pondok Pesantren Khas Kempek, KH Mustofa Aqiel Siradj. Pria yang akrab disapa Kang Muh itu menjadi santri Mbah Mun dari akhir 1970-an hingga awal 1980-an.

Selanjutnya Kang Muh diangkat menjadi menantu setelah menikahi putri ketiganya, Nyai Hj Shobihah Maimoen.

"Mbah Mun itu sosok yang penuh cinta kasih dan tidak pernah marah," ujar KH Mustofa Aqiel Siradj saat ditemui di Pondok Pesantren Khas Kempek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Selasa (6/8/2019) malam.

Kabah diguyur hujan dan Mekkah diselimuti kabut saat Mbah Moen Meninggal
Kabah diguyur hujan dan Mekkah diselimuti kabut saat Mbah Moen Meninggal (kolase twitter)

Ia mengatakan, tak pernah sekalipun melihat Mbah Mun marah selama nyantri di Pondok Pesantren Sarang, Rembang, yang diasuh Mustasyar PBNU itu.

Mbah Mun juga sering kali mengajarkan para santrinya untuk banyak ngaji rasa. Bahkan, menurut Kang Muh, hal tersebut dipraktekkan langsung oleh Mbah Mun dalam sikap sehari-harinya.

"Ngaji rasa itu tentang bagaimana mengolah rasa, jadi Mbah Mun itu selalu penuh belas kasih," kata KH Mustofa Aqiel Siradj.

Sosok KH Maimun Zubair dikenal penuh cinta kasih. Mustasyar PBNU itu meninggal dunia di Mekkah saat melaksanakan ibadah haji pada Selasa (6/8/2019).

Bahkan, Mbah Mun mempunyai cara tersendiri saat menghadapi santrinya yang nakal. Pengasuh Pondok Pesantren Khas Kempek, KH Mustofa Aqiel Siradj, mengatakan, Mbah Mun tidak pernah memarahi santrinya yang nakal.

"Mbah Mun justru mendoakan santrinya yang nakal itu," ujar KH Mustofa Aqiel Siradj saat ditemui di Pondok Pesantren Khas Kempek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Selasa (6/8/2019) malam.

KH Maimun Zubair
KH Maimun Zubair (Kolase)

Ia mengatakan, bagi Mbah Mun santri yang nakal tidak boleh dimarahi ataupun dihukum. Sebab, santri atau anak nakal merupakan ujian bagi orang tuanya.

Karenanya, santri yang nakal harus didoakan agar tidak lagi nakal dan berubah menjadi baik.

"Mbah Mun selalu melarang memarahi atau menghukum santri nakal, karena siapa tahu anak kita sendiri juga nakal," kata KH Mustofa Aqiel Siradj.

Ia juga mengaku sering kali melihat langsung perlakuan Mbah Mun terhadap santrinya yang dicap nakal. Misalnya, saat ada santri yang berambut panjang Mbah Mun justru memintanya salat di sampingnya.

Usai salat, Mbah Mun mengelus rambut panjang si santri sambil berzikir dan berujar, "Rambutnya bagus."

"Selesai salat santri itu langsung minta potong rambut ke teman sekamarnya," ujar KH Mustofa Aqiel Siradj. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved