Breaking News:

Kasus Pemukulan Terhadap Guru oleh Wartawan Gadungan, Disdik Indramayu Siap Tempuh Jalur Hukum

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indramayu akan membawa kasus kekerasan terhadap guru ke jalur hukum.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Seorang guru Bahasa Inggris SMPN 2 Lelea Kabupaten Indramayu, Suwignya (49) yang mendapat perlakuan tidak mengenakan oleh oknum wartawan gadungan saat menunjukan berkas laporan kepolisian, Senin (5/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indramayu akan membawa kasus kekerasan terhadap guru ke jalur hukum.

Hal tersebut diungkapan Kepala Disdik Kabupaten Indramayu, HM. Ali Hasan saat ditemui Tribuncirebon.com di ruangannya, Selasa (6/8/2019).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, guru Bahasa Inggris SMPN 2 Lelea Indramayu, Suwignya mendapat perlakuan tidak mengenakan dengan cara kepalanya ditempeleng beberapa kali menggunakan jari dan terakhir ditinju oleh oknum yang mengaku diri sebagai wartawan.

Oknum wartawan gadungan itu berinisial S (60) yang semena-mena melakukan kekerasan terhadap Suwignya tanpa adanya alasan yang jelas.

"Pastinya semua sudah diatur oleh undang-undang tidak bisa seenaknya orang memukul orang lain," ujar dia.

Guru di Indramayu Berdarah Ditonjok Wartawan Bodrek, Pelaku: Ente Sudah Menyiram Bensin Duluan!

Wartawan Bodrek Asal Majalengka Ancam & Peras Wiraswasta, Duit Korban Raib Rp 5 Juta

Dirinya sangat menyayangkan adanya tindakan seperti itu, bahkan diakui Kadisdik kejadian ini merupakan kali pertama di Indramayu.

Lanjut HM. Ali Hasan, ke depan kejadian ini akan menjadi perhatian serius Disdik Indramayu agar kejadian tidak pantas ini tidak lagi terjadi khususnya di Kabupaten Indramayu.

"Kami akan kawal kasus ini, sebagaimana diketahui guru itu merupakan tenaga profesional yang harus dihormati dan juga dilindungi," ucapnya.

Di tempat berbeda, salah seorang pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Indramayu, Ribaldi Chandra mengatakan, Tindakan yang dilakukan oleh oknum wartawan gadungan ini sudah menyangkut kehormatan seorang guru.

"Sesuai pula dengan MoU kami dengan Kapolri, maka Dewan Pendidikan akan mendampingi korban ini ke Polres Indramayu untuk menindaklanjuti secara hukum," katanya.

Ribaldi Chandra berpendapat, seorang guru yang seharusnya mencerdaskan anak-anak bangsa, seharusnya tidak mendapat perlakuan seperti itu.

"Termasuk saya, kami semua berikut juga oknum ini, jika tanpa adanya guru kami semua tidak akan seperti sekarang ini," ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengecam keras tindakan oknum wartawan gadungan itu, karena jika tetap dibiarkan masa depan bangsa juga akan ikut terancam. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved