Belum Dapat Instruksi Pusat, Kemenag Indramayu Tetap Gunakan Kantung Plastik untuk Pembagian Kurban

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu tetap akan menggunakan kantung plastik sebagai bahan pembagian hewan kurban

Sebarkanlah.com
Ilustrasi daging kambing dipotong 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu tetap akan menggunakan kantung plastik sebagai bahan pembagian hewan kurban pada pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1440 Hijriah.

Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Indramayu, Furqon melalui Staf Penyelenggara Syariah, Sarudin mengatakan, pemakaian kantung plastik ini karena belum adanya instruksi dari Kemenag pusat terkait pengalihan penggunaan bahan plastik ke bahan lainnya untuk pembagian daging hewan kurban.

"Belum ada instruksi dari pusat, jadi kami tetap akan menggunakan plastik," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di ruangannya, Selasa (6/8/2019).

Dirinya juga mengakui pengunaan bahan plastik sebagai wadah makanan, terutama plastik daur ulang berwarna hitam sangat berbahaya bagi kesehatan.

Tetapi, mengingat waktu pelaksanaan Hari Raya Iduladha yang hanya menyisakan lima hari lagi, maka pengalihan penggunaan plastik ke bahan yang lebih ramah lingkungan sulit dilakukan mengingat bahan yang diperlukan memerlukan jumlah yang banyak.

"Untuk bahan plastiknya sendiri tidak tahu akan menggunakan plastik apa, bisa juga plastik yang lebih ramah lingkungan, tapi yang pasti tahun ini tetap akan menggunakan plastik seperti tahun lalu," ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu, Aep Surahman menyarankan agar Kemenag Indramayu menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan, seperti godong jati atau daun jati, besek dari bambu, kertas yang mudah hancur, dan lain-lain.

Bupati Indramayu, Supendi bahkan sempat menyampaikan penggantian kantung plastik menggunakan bahan ramah lingkungan saat proses pembagian daging hewan kurban sebagai upaya mengkampanyekan pengurangan penggunaan kantung plastik di tengah-tengah masyarakat.

"Tidak mudah memang, sebab kami tidak bisa melarang tanpa memberikan sebuah solusi," ujar dia.

Halaman
12
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved